LOMBOK UTARA,SIARPOST – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Tanjung yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Posko Desa Jenggala membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada program seremonial. Selama sepekan pelaksanaan, ajang tersebut berhasil menjadi ruang pembinaan generasi Qurani dengan melibatkan 97 peserta dari seluruh desa di Kecamatan Tanjung.
Kegiatan yang berlangsung sejak 24 hingga 30 Juli 2026 itu resmi ditutup pada Kamis (30/7/2026) malam di Masjid Nurul Islam Tanak Song, Desa Jenggala. Penutupan dilakukan oleh perwakilan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh agama, dewan hakim, masyarakat, serta mahasiswa KKP dan KKN se-Kecamatan Tanjung.
Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa semangat mempelajari Al-Qur’an masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Sebanyak 97 peserta berkompetisi pada tiga cabang lomba yang terbagi dalam delapan golongan, yakni Hifdzil Qur’an, Fahmil Qur’an, dan Adzan tingkat anak-anak.
Pada cabang Hifdzil Qur’an dipertandingkan lima kategori, mulai dari hafalan Surah At-Takatsur hingga An-Nas, hafalan 1 juz (Juz 30), 3 juz, 5 juz, hingga 10 juz. Sementara cabang Fahmil Qur’an diikuti peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sedangkan cabang Adzan diperuntukkan bagi anak-anak.
Ketua Panitia, Raden Khatami Rasyidi, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi indikator bahwa pembinaan Al-Qur’an di tingkat masyarakat masih mendapat respons yang sangat baik.
Keikutsertaan 97 peserta dari berbagai desa menjadi gambaran bahwa semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an masih tumbuh dengan baik di Kecamatan Tanjung. Harapan kami, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan memiliki semangat menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, dewan hakim, tokoh agama, sponsor, masyarakat hingga media partner.
Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, Pemerintah Desa Jenggala, seluruh dewan hakim, tokoh agama, para sponsor, masyarakat, serta Al-Aziziyah Media Centre sebagai media partner. Penghargaan khusus juga kami sampaikan kepada H. Raden Nuna Abriadi, S.IP., Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang memberikan dukungan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penutupan sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Kepala Desa Jenggala, Wahyu Aji Pratama, S.STP, menilai program yang digagas mahasiswa KKP tersebut menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program yang diinisiasi mahasiswa KKP ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata. MTQ bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat pembinaan keagamaan, mempererat kebersamaan masyarakat, dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut pada masa mendatang,” ujarnya.
Penutupan MTQ ditandai dengan pengumuman para juara di setiap golongan, penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta hadiah kepada para pemenang. Masyarakat yang memadati lokasi hingga akhir acara menjadi gambaran tingginya dukungan terhadap syiar Al-Qur’an di Kecamatan Tanjung.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ yang diinisiasi mahasiswa KKP UIN Mataram Posko Desa Jenggala menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tokoh agama, dunia usaha, media, dan masyarakat mampu menghadirkan ruang pembinaan keagamaan yang berkelanjutan.
Semangat mencintai Al-Qur’an yang tumbuh selama pelaksanaan kegiatan diharapkan terus menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Utara.(Niss)














