MATARAM, SIAR POST – Polemik hasil pertandingan cabang olahraga panjat tebing pada Porprov XII NTB kembali memanas. Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melakukan aksi penyegelan terhadap Sekretariat FPTI Provinsi NTB di Mataram, Jumat (7/8/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan yang diterbitkan pengurus FPTI pusat terkait penetapan peraih medali emas yang dinilai merugikan Kabupaten Sumbawa Barat.
Ketua Umum FPTI KSB, Muhammad Iksan, mengatakan penyegelan dilakukan karena pihaknya merasa tidak mendapatkan kejelasan maupun respons dari pengurus FPTI NTB setelah muncul keputusan yang menetapkan atlet Kabupaten Dompu sebagai peraih medali emas.
Menurut Iksan, saat pertandingan berlangsung memang sempat diputuskan atlet Dompu sebagai pemenang. Namun setelah dilakukan koreksi sesuai mekanisme pertandingan, dewan juri secara resmi menetapkan atlet asal Kabupaten Sumbawa Barat sebagai pemenang dan meraih medali emas.
“Awalnya memang Dompu dinyatakan meraih emas. Tetapi setelah kami diberikan ruang untuk melakukan koreksi, juri kemudian memutuskan bahwa atlet KSB yang berhak mendapatkan medali emas, lalu kemudian Dompu melakukan protes kembali secara tertulis dan protes itu ditolak secara tertulis juga oleh Juri, sehingga secara resmi Juri memutuskan KSB meraih medali emas,” ujar Iksan.
Advokat yang juga menjabat Ketua Umum FPTI KSB itu menjelaskan, setelah keputusan juri tersebut, pihak Dompu masih memiliki kesempatan mengajukan banding sesuai aturan yang berlaku. Namun, menurutnya, hingga hari ini, upaya banding tersebut tidak dilakukan ke pihak KONI NTB atau Dewan Hakim.
“Artinya medali emas harus nya didapat oleh KSB karena sesuai keputusan juri saat pertandingan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku terkejut ketika menerima surat dari pengurus FPTI pusat yang justru menetapkan Kabupaten Dompu sebagai peraih medali emas.
“Kami merasa sangat dirugikan. Kami sudah berupaya melakukan komunikasi dengan pengurus FPTI NTB untuk meminta penjelasan, tetapi sampai sekarang tidak ada respons. Karena itu kami mengambil langkah penyegelan sebagai bentuk protes,” tegasnya.














