LOMBOK UTARA,SIARPOST — Upaya merawat bahasa, sastra dan budaya Sasak di tengah perkembangan zaman kembali digerakkan melalui Pekan Apresiasi Sastra Kabupaten Lombok Utara 2026. Kegiatan ini digagas Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berbeda dari sekadar ajang perlombaan, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum untuk menuangkan kreativitas sekaligus menghidupkan kembali penggunaan bahasa dan sastra Sasak.
Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, Sandi Jastiti Putra, Senin 10/08/2026 menyampaikan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya mengenal budaya Sasak, tetapi juga ikut merawatnya melalui karya dan kreativitas.
Pekan Apresiasi Sastra Lombok Utara 2026 menghadirkan sejumlah kategori lomba yang berkaitan langsung dengan bahasa dan sastra Sasak. Di antaranya Lomba Baca Puisi Berbahasa Sasak, Lomba Storytelling Berbahasa Sasak, Lomba Cipta Puisi Berbahasa Sasak, serta Lomba Penulisan Cerpen dengan tema “Mempolong Merenten”.
Pada lomba baca puisi dan storytelling, peserta ditantang untuk mampu menggunakan bahasa Sasak dengan baik, sekaligus menunjukkan penghayatan, ekspresi, vokal, kreativitas dan kemampuan menyampaikan pesan budaya kepada penonton.
Sementara itu, lomba cipta puisi dan penulisan cerpen memberikan ruang lebih luas bagi peserta untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Khusus lomba cerpen, peserta diminta mengangkat tema “Mempolong Merenten” yang dapat dieksplorasi melalui nilai persaudaraan, gotong royong, solidaritas, kepedulian, kebersamaan dan semangat saling membantu.
Cerita yang dihasilkan juga dapat mengambil latar kehidupan masyarakat Sasak, lingkungan keluarga, desa, sekolah, komunitas maupun kehidupan sosial masa kini.
Menariknya, penyelenggara tidak hanya menyasar kalangan pelajar. Sejumlah kategori terbuka bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, sementara peserta untuk beberapa kategori ditentukan sesuai ketentuan panitia dan harus berasal dari Kabupaten Lombok Utara.
Selain kemampuan berkarya, penyelenggara juga memberikan perhatian terhadap keaslian karya. Peserta diwajibkan mengirimkan karya sendiri dan dilarang melakukan plagiasi. Karya yang mengandung pornografi, ujaran kebencian, penghinaan, SARA maupun konten yang bertentangan dengan norma dan ketentuan hukum juga tidak diperbolehkan.
Untuk lomba yang menggunakan video, seperti baca puisi dan storytelling, peserta diwajibkan mengunggah penampilan melalui akun YouTube masing-masing. Video harus dapat diakses oleh panitia dan dewan juri selama masa penilaian.
Panitia menyediakan hadiah bagi tiga peserta terbaik di setiap kategori, yakni Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua dan Rp500 ribu untuk juara ketiga.
Pendaftaran seluruh lomba dibuka hingga 23 Agustus 2026. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun Instagram @rumahbudaya_sammira serta memenuhi ketentuan administrasi yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan tersebut, Kembang Rampe Sammira bersama Kementerian Pendidikan diharapkan tidak sekadar melahirkan para pemenang lomba, tetapi juga memperluas ruang bagi generasi muda Lombok Utara untuk berkarya, menggunakan bahasa Sasak, mengenal kembali akar budayanya dan menjadikan sastra sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.(Niss)














