“Kami dari panitia menyelenggarakan acara dengan sesederhana mungkin, tetapi tidak mengurangi niat dan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah berdirinya Desa Sokong,” ujar Khaerul.
Rangkaian peringatan tidak hanya diisi acara puncak. Sebelumnya, panitia menggelar jalan sehat, senam bersama dan pembagian doorprize pada 9 Agustus pagi. Selanjutnya digelar pawai alegoris budaya yang melibatkan organisasi kepemudaan dan masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Sokong.
Seluruh kegiatan tersebut didukung Dana Desa dengan anggaran sebesar Rp36 juta, termasuk kewajiban perpajakan.
Dengan usia 64 tahun, Desa Sokong kini tidak hanya menatap sejarah masa lalu, tetapi juga bersiap menghadapi perubahan besar di masa depan. Pemekaran Panca Buana dan Mur Kemuning menjadi tantangan baru bagi desa induk untuk memastikan proses tersebut berlangsung aman, tertib dan tetap menjaga persatuan masyarakat.(Niss)














