Satu Komando PON 2028, PRIMA NTB Dorong Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Pimpin KONI NTB

MATARAM, SIAR POST — Dewan Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Adil Makmur (DPW PRIMA) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong Gubernur NTB, H. Lalu Muhammad Iqbal, untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.

PRIMA NTB menilai penyatuan kepemimpinan antara pemerintah daerah dan organisasi olahraga dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat persiapan NTB sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Ketua DPW PRIMA NTB, Irfan, S.Sos., mengatakan persiapan PON 2028 membutuhkan koordinasi yang cepat, terukur, dan memiliki garis komando yang jelas. Menurutnya, posisi NTB sebagai tuan rumah bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat persiapan tidak bisa berjalan dengan pola koordinasi yang lambat.

«“Memisahkan pemerintahan dari pembangunan olahraga sama saja memisahkan tungku api PON 2028 dengan wajan alat memasak. Biarkan Gubernur NTB memasak dan mengorkestrasi seluruh potensi daerah secara langsung,” ujar Irfan.»

Menurut Irfan, gubernur memiliki posisi strategis karena berada di pusat pengambilan kebijakan daerah, termasuk dalam aspek anggaran, birokrasi, serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan anggaran awal sebesar Rp70 miliar untuk persiapan PON 2028. Karena itu, PRIMA NTB menilai dibutuhkan kepemimpinan yang mampu memastikan kebijakan dan anggaran tersebut dapat diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.

“Ini bukan soal siapa mendapatkan jabatan. Ini soal bagaimana seluruh sumber daya daerah bisa bergerak dalam satu arah untuk menyukseskan PON 2028,” tegasnya.

PRIMA NTB juga menilai model kepemimpinan serupa di NTT dapat menjadi salah satu rujukan. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena diketahui turut memimpin KONI NTT dalam konteks persiapan sebagai tuan rumah PON XXII 2028.

“NTT sudah mengambil langkah tersebut. Gubernur Melki Laka Lena melihat jabatan itu sebagai amanah besar untuk kesuksesan daerah. Kami melihat NTB juga membutuhkan keberanian mengambil langkah strategis,” kata Irfan.

Menurutnya, waktu menuju PON 2028 semakin terbatas. Karena itu, persoalan pembinaan atlet, kesiapan venue, dukungan anggaran, kesejahteraan atlet dan pelatih, hingga koordinasi penyelenggaraan harus segera dipastikan.

PRIMA NTB mengingatkan, ketidakjelasan koordinasi berpotensi berdampak langsung terhadap para atlet dan pelatih yang membutuhkan kepastian program latihan serta dukungan pembinaan.

“Yang dipertaruhkan bukan hanya soal organisasi. Ada ratusan atlet muda NTB, para pelatih, dan nama besar daerah yang akan tampil di panggung nasional. Karena itu, jangan sampai persoalan koordinasi justru menghambat target prestasi,” ujarnya.

PRIMA NTB pun mengajak seluruh insan olahraga, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, atlet, pelatih, serta pemangku kepentingan lainnya membangun kesamaan visi menghadapi PON XXII 2028.

Bagi PRIMA NTB, semangat yang harus dibangun adalah satu komando, satu visi, dan satu target: sukses penyelenggaraan sekaligus sukses prestasi NTB pada PON 2028.

“Kalau target kita besar, maka cara kerjanya juga harus besar. PON 2028 harus menjadi momentum untuk membangun prestasi olahraga NTB secara serius dan berkelanjutan,” pungkas Irfan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *