Lombok utara SIARPOST — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan peran yang semakin kuat dalam mendorong pengentasan kemiskinan. Hingga 12 Agustus 2026, lembaga tersebut telah menyalurkan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp2,15 miliar kepada ribuan mustahik di berbagai sektor kebutuhan.
Penyaluran tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam distribusi ZIS yang digelar BAZNAS KLU di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (12/8/2026), bertepatan dengan rangkaian HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara dan HUT ke-81 RI.
Ketua BAZNAS KLU, Selamat Riadi, mengatakan dana ZIS yang dihimpun tidak hanya diarahkan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga mulai diperkuat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Salah satu bentuknya melalui program gerobak produktif. Tahun ini BAZNAS KLU mampu menyalurkan 40 unit gerobak kepada mustahik. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran lima hingga enam unit.
“Peningkatan ini sejalan dengan upaya intensif BAZNAS dalam mendorong ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan,” kata Selamat.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi pedagang kecil untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Tak berhenti di sana, BAZNAS KLU juga mendapat amanah dari BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menyalurkan 30 unit Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga yang masuk dalam sasaran program Desa Berdaya.
Bantuan tersebut menyasar lima desa yang telah ditentukan pemerintah provinsi, dengan data penerima ditetapkan secara by name by address (BNBA). BAZNAS KLU selanjutnya bertugas memastikan bantuan tersebut tersalurkan sesuai ketentuan.
Selamet juga mengungkapkan, BAZNAS KLU masih menunggu tambahan 20 unit gerobak produktif dari BAZNAS Provinsi NTB. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan, khususnya pedagang kecil, diminta segera mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan.
Dari sisi penghimpunan, hingga 12 Agustus 2026 BAZNAS KLU mencatat total ZIS sebesar Rp3.238.965.419. Dari jumlah tersebut, Rp2.151.433.285 telah disalurkan melalui lima program utama.
Program BAZNAS KLU Takwa menyerap Rp619.366.448 dengan penerima manfaat sebanyak 4.538 orang. Kemudian BAZNAS KLU Peduli sebesar Rp487.458.750 untuk 1.732 orang.
Sementara BAZNAS KLU Makmur menyalurkan Rp428.141.337 kepada 246 orang. Program BAZNAS KLU Sehat sebesar Rp406.100.000 telah dimanfaatkan 889 orang, termasuk bantuan kesehatan hingga rujukan ke Bali dan Jakarta.
Sedangkan BAZNAS KLU Cerdas menyalurkan Rp210.366.710 kepada 970 penerima manfaat. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pendidikan, mulai dari studi akhir hingga pendidikan tingkat doktoral (S3), termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri seperti Yaman dan Mesir.
“Secara keseluruhan, hingga saat ini telah ada sekitar 8.375 mustahik yang merasakan manfaat dari penyaluran ZIS di Kabupaten Lombok Utara,” jelas Selamat.
BAZNAS KLU memastikan sisa anggaran akan terus disalurkan hingga akhir 2026, termasuk distribusi pada triwulan ketiga dan keempat kepada fakir miskin di 23 desa yang belum tersentuh bantuan.
Selain dana yang tercatat dalam neraca, BAZNAS KLU juga mencatat penerimaan off-balance sheet berupa hewan kurban senilai sekitar Rp7,7 miliar dan zakat fitrah Rp16,7 miliar. Total penerimaan di luar neraca tersebut mencapai sekitar Rp24,5 miliar.
Pengelolaan dana umat itu ke depan juga diarahkan semakin transparan. Mulai 2027, BAZNAS KLU berencana mencatat penerimaan zakat fitrah secara on-balance sheet, atau masuk dalam pembukuan resmi lembaga.
Selamet berharap pemerintah daerah dan masyarakat memberikan dukungan agar pembayaran zakat fitrah ke depan dapat disalurkan melalui BAZNAS KLU secara resmi.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menegaskan dukungan Pemkab KLU terhadap penguatan pengumpulan zakat. Salah satu kebijakan yang diterapkan yakni kewajiban bagi ASN Muslim di lingkungan Pemkab KLU untuk menunaikan zakat sebesar 2,5 persen melalui pemotongan gaji.
“Dana tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Utara untuk dikelola dan disalurkan kepada para mustahik,” ujar Najmul.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu membangun budaya berbagi sekaligus membuat penghimpunan zakat dari kalangan ASN berlangsung lebih teratur dan berkelanjutan.
Najmul juga memberikan apresiasi terhadap kinerja BAZNAS KLU yang dinilainya aktif dalam mengelola dana umat.
“Alhamdulillah, semua kegiatan yang dilakukan oleh BAZNAS itu semuanya dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan etalase usaha bagi pelaku UMKM. Sebagian bantuan telah disalurkan sebelumnya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), sementara lima penerima lainnya menerima bantuan secara simbolis.
Selain itu, terdapat penyerahan bantuan etalase UMKM yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD KLU Hakamah.
Dengan pola penyaluran yang mulai bergeser dari sekadar bantuan langsung menuju pemberdayaan ekonomi, BAZNAS KLU kini tidak hanya berperan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur zakat, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk mendorong mustahik agar perlahan mampu keluar dari ketergantungan bantuan.(Niss)














