MATARAM, SIAR POST — Keterbatasan pendampingan tak menyurutkan semangat I Komang Civic Tristan Prawira, atlet bulutangkis asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Siswa kelas IX B SMPN 2 Mataram itu justru mampu menunjukkan mental juara dengan melaju ke final Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tingkat Nasional.
Civic menjadi salah satu wakil NTB pada ajang nasional tersebut. Di tengah sorotan karena berangkat tanpa pendamping khusus, atlet muda ini tetap fokus bertanding dan berhasil melewati sejumlah lawan tangguh hingga memastikan tiket ke partai puncak.
Pada babak penyisihan grup, Civic tampil impresif dengan mengalahkan sejumlah lawan, termasuk unggulan pertama nasional dari Jawa Timur. Ia juga berhasil melewati perwakilan Lampung dan Kalimantan Utara.
Perjuangannya berlanjut ke babak delapan besar. Civic kembali menunjukkan konsistensi permainan dan berhasil mengalahkan perwakilan Provinsi Banten.
Tantangan semakin berat di semifinal. Berhadapan dengan wakil DKI Jakarta, Civic mampu menjaga permainan tetap disiplin hingga akhirnya memastikan kemenangan dan melaju ke final.
Di partai puncak, Civic akan menghadapi wakil Kalimantan Tengah.
Bagi Civic, targetnya sudah jelas: membawa pulang medali emas untuk NTB.
“Kuncinya latihan disiplin, bermain disiplin, dan meminimalisir kesalahan sendiri,” menjadi prinsip yang ia pegang dalam menghadapi setiap pertandingan.
Perjalanan Civic menuju final juga bukan kebetulan. Atlet muda yang merupakan putra ketiga pasangan I Putu Subagiarta dan Yeni Susilawati itu sebelumnya telah memiliki pengalaman di level nasional.
Pada tahun 2025, Civic berhasil menjadi Juara II Piala Presiden tingkat nasional. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika harus menghadapi lawan-lawan terbaik dari berbagai provinsi di O2SN tahun ini.
Menariknya, perjalanan Civic di O2SN juga berlangsung di tengah persoalan yang sebelumnya menjadi sorotan publik. Atlet bulutangkis SMP yang mewakili NTB disebut berangkat ke Jakarta tanpa pendamping, sementara sejumlah cabang olahraga lainnya mendapatkan pendamping.
Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai perhatian dan tanggung jawab terhadap atlet pelajar yang membawa nama NTB di tingkat nasional.
Namun, Civic membuktikan bahwa persoalan di luar lapangan tidak membuatnya kehilangan fokus. Ia tetap tampil percaya diri dan disiplin hingga mampu menembus final.
Kini, satu pertandingan terakhir menanti. NTB akan berhadapan dengan Kalimantan Tengah di final bulutangkis O2SN SMP tingkat nasional.
Jika berhasil meraih kemenangan, Civic tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga menegaskan bahwa atlet muda NTB mampu bersaing di level nasional meski menghadapi berbagai keterbatasan.
Perjuangan Civic pun menjadi kebanggaan bagi SMPN 2 Mataram, Kota Mataram, dan Nusa Tenggara Barat.
Satu laga lagi. Satu target: emas untuk NTB. (Red)














