Bantu Ringankan Beban Warga, Remaja Pendua Lauk Gelar Sunatan Massal, Peserta Capai 24 Anak

LOMBOK UTARA,SIARPOST— Kepedulian terhadap kondisi masyarakat mendorong para remaja di Dusun Pendua Lauk, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, menggelar sunatan massal.

Bukan sekadar agenda tahunan, kegiatan tersebut lahir dari keresahan masyarakat terkait biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan sunatan. Para remaja kemudian berinisiatif menghadirkan kegiatan bersama agar keluarga yang membutuhkan bisa mendapatkan kemudahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai yang berlangsung meriah pada Sabtu (29/8/2026). Ribuan masyarakat turut ambil bagian dan memadati jalannya kegiatan. Sementara pelaksanaan sunatan massal dijadwalkan berlangsung pada Minggu, (30/8/2026).

Suasana pawai semakin semarak dengan iringan gamelan tradisional, yang mengiringi rombongan sepanjang kegiatan. Alunan musik gamelan berpadu dengan antusiasme warga, membuat suasana pawai semakin meriah sekaligus menjadi bagian dari nuansa budaya masyarakat setempat.

Ketua panitia sekaligus sekretaris kegiatan, Tresnan Hapiz, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki keterbatasan biaya.

“Semoga masyarakat di sini mendapatkan feedback, artinya mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Niatan kami juga membantu masyarakat yang memang kekurangan dalam menyelenggarakan adat di sini, karena biasanya harus begawe dan membutuhkan biaya,” kata Tresnan.

Menurutnya, sunatan massal tahun ini mendapat respons yang sangat besar. Tercatat sebanyak 24 anak menjadi peserta, sekaligus menjadi jumlah peserta terbanyak selama kegiatan tersebut digelar.

Sunatan massal itu sendiri bukan kegiatan yang baru dilaksanakan. Para remaja Dusun Pendua Lauk telah konsisten menggelarnya selama lima tahun berturut-turut.

“Sudah lima tahun berturut-turut kami menyelenggarakan kegiatan ini. Tahun ini pesertanya yang paling banyak,” ujarnya.

Besarnya jumlah peserta bahkan membuat panitia mengubah sejumlah agenda yang sebelumnya direncanakan. Salah satunya adalah kegiatan perlombaan yang akhirnya ditiadakan agar seluruh perhatian dan sumber daya dapat difokuskan pada pelaksanaan sunatan massal.

Tresnan menjelaskan, inisiatif tersebut berawal dari aspirasi masyarakat sendiri. Keluhan mengenai besarnya biaya sunatan menjadi pemicu para remaja untuk mengambil peran dan menghadirkan kegiatan yang dinilai lebih membantu.

“Dari masyarakat itu sendiri. Mereka mengeluhkan biaya sunatan. Jadi kami dari remaja berinisiatif mengadakan kegiatan seperti ini agar membantu masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Antusiasme warga juga terlihat dalam pawai yang digelar sehari sebelum pelaksanaan sunatan. Tidak hanya warga Dusun Pendua Lauk, sejumlah peserta dan masyarakat dari luar daerah turut ikut ambil bagian. Bahkan terdapat peserta dari Kota Mataram yang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Antusias masyarakat luar biasa. Partisipasinya juga banyak dan mereka ikut mendukung kegiatan ini,” ungkap Tresnan.

Untuk pelaksanaan sunatan, panitia juga telah menyiapkan tenaga yang memiliki pengalaman dalam menangani kegiatan serupa. Tenaga medis atau ahli yang digunakan merupakan pihak yang selama ini telah dipercaya masyarakat setempat.

Meski menggunakan jasa berbayar, panitia memilih tenaga yang sudah dikenal dan biasa digunakan masyarakat, sehingga pelaksanaan sunatan diharapkan berjalan aman dan sesuai kebutuhan peserta.

Bagi orang tua peserta, kegiatan tersebut juga dirasakan langsung manfaatnya. Muhtamar Mahzan, orang tua dari Muhammad Hamisah, menyampaikan apresiasinya kepada para pemuda-pemudi Dusun Pendua Lauk yang telah menginisiasi kegiatan sunatan massal tersebut.

“Untuk panitia khitanan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, kami ucapkan terima kasih kepada pemuda-pemudi terutama Dusun Pendua Laut yang telah menyelenggarakan khitanan massal,” kata Muhtamar.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan sunatan secara massal membuat beban biaya yang harus dikeluarkan keluarga menjadi jauh lebih ringan.

“Alhamdulillah kami selaku wali khitanan sangat-sangat terbantu dengan adanya khitanan massal ini. Karena begitu banyak biaya yang harus kami keluarkan, sekarang jauh berkurang dari biasanya. Jadi, alhamdulillah,” ujarnya.

Tresnan berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini. Ia ingin tradisi kepedulian yang dibangun para remaja tersebut terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang ikut mengambil bagian.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus diadakan dan masyarakat juga bisa ikut andil serta meramaikan,” pungkasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *