LOMBOK UTARA,SIARPOST— Bukan sekadar ajang hiburan, kegiatan Got Talent yang digelar Bhayangkari Kabupaten Lombok Utara menjadi ruang bagi pemuda dan pemudi untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membuka peluang lahirnya talenta baru dari daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Tanjung itu diinisiasi Ketua Bhayangkari Lombok Utara, Heny Purwanta, dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora).Selasa Sore 22/09/2026
Heny mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keinginan untuk memberikan wadah bagi generasi muda agar memiliki ruang untuk mengekspresikan kemampuan yang mereka miliki.
Menurutnya, potensi anak muda Lombok Utara cukup besar. Karena itu, bakat yang selama ini mungkin hanya tampil di tingkat desa atau kecamatan perlu diberikan panggung yang lebih luas hingga tingkat kabupaten.
“Kita ingin anak-anak kita memiliki wadah, memiliki media, memiliki panggung untuk menyatakan diri, untuk menunjukkan kreativitasnya,” kata Heny.
Ia menyebut kegiatan serupa sebelumnya telah berlangsung di sejumlah wilayah seperti Pemenang. Namun kali ini, Bhayangkari mencoba menyatukan potensi tersebut dalam satu panggung yang lebih besar di tingkat Kabupaten Lombok Utara.
Harapannya, dari panggung tersebut dapat muncul talenta-talenta baru yang nantinya bisa membawa nama Lombok Utara lebih luas.
“Kita ingin semakin membuat Lombok Utara dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya pariwisatanya, tidak hanya pemuda dan pemudinya, tetapi juga Dedare dan Terune-nya,” ujarnya.
Heny menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bhayangkari untuk mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam memberikan ruang kepada generasi muda.
Selain pencarian bakat, kegiatan tersebut dirangkai dengan sejumlah momentum, di antaranya Hari Satuan Lalu Lintas ke-71, rangkaian Hari Sumpah Pemuda ke-98, serta Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74 yang akan diperingati pada Oktober 2026.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pertemuan rutin Bhayangkari yang kali ini dikemas dalam bentuk kegiatan luar ruang dengan konsep Got Talent.
Heny mengatakan, keterlibatan Bhayangkari juga sejalan dengan semangat pemolisian masyarakat yang mengedepankan pendekatan edukatif dan kemasyarakatan.
“Polisi saat ini tidak hanya selalu bersentuhan dengan hal negatif atau hanya menangkap penjahat, tetapi diharapkan sudah preventif, edukatif dan pendekatan kemasyarakatan,” katanya.
Ia berharap kehadiran Bhayangkari dan Polri di tengah masyarakat semakin dekat dengan generasi muda, sehingga hubungan yang terbangun bukan sebatas penegakan hukum, melainkan juga kemitraan dan kolaborasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Lombok Utara M. Najib, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, panggung seperti ini penting untuk menemukan dan mengembangkan potensi anak muda yang selama ini belum banyak terlihat.
“Ini memberi kesempatan pemuda-pemudi Kabupaten Lombok Utara untuk menampilkan, memperlihatkan bakat, kemampuan dan talenta yang ada pada diri putra-putri Kabupaten Lombok Utara,” ujar Najib.
Ia menilai pemuda Lombok Utara memiliki kemampuan untuk bersaing hingga tingkat yang lebih tinggi. Salah satu contoh yang disebutnya adalah Lalu Muhammad Zohri, atlet asal Lombok Utara yang mampu menembus kompetisi olahraga internasional hingga Olimpiade.
Karena itu, menurut Najib, pencarian bakat tidak boleh berhenti pada kegiatan semata. Talenta yang ditemukan perlu terus dikembangkan agar memiliki kesempatan tampil di jenjang yang lebih tinggi.
“Inilah misi dari kegiatan ini, mencari dan menggali bibit-bibit pemuda-pemudi Kabupaten Lombok Utara yang memiliki bakat, yang memiliki talenta untuk dikembangkan dan diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegasnya.
Ia pun mendorong generasi muda Lombok Utara untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan dan terus berkarya.
“Teruslah berkreativitas, teruslah menunjukkan kemampuan dan bakat para pemuda kita,” pungkasnya.(Niss)














