Lombok Utara, SIAR POST – Setahun berjalan, Program Desa Berdaya Medana yang digagas PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) bersama Klub Baca Perempuan (KBP) mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (30/9/2026).
Program ini berangkat dari tantangan sosial dan ekonomi masyarakat, di mana dari 1.801 kepala keluarga terdapat 671 KK atau 37,25 persen yang tergolong miskin/tidak mampu, sementara 1.655 penduduk tercatat belum atau tidak bekerja, termasuk 838 perempuan. Melalui program ini, perempuan didorong menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal seperti jamur tiram, Virgin Coconut Oil (VCO), dan Batik Sasak.
Setelah satu tahun, usaha yang dikembangkan mulai memberikan hasil bagi sekitar 58 anggota kelompok. Ketua Klub Baca Perempuan, Nursida Syam, mengatakan rumah jamur yang dikelola kelompok kini mampu menghasilkan panen hingga 900 kilogram per bulan dengan pendapatan sekitar Rp20 juta hingga Rp23 juta. Sementara itu, usaha VCO mencatat penjualan sekitar 68 botol per bulan dengan pendapatan sekitar Rp1,9 juta, dengan jangkauan pemasaran tidak hanya di Lombok dan wilayah Indonesia lainnya, tetapi bahkan hingga Singapura. “Melalui intervensi pengembangan UMKM ini, dampaknya sangat signifikan bagi kurang lebih 58 orang anggota kami,” ujar Nursida.
Menariknya, hasil usaha tersebut tidak hanya digunakan untuk kepentingan kelompok. KBP bersama anggotanya menyepakati 70 persen hasil usaha dikembalikan untuk menjaga keberlanjutan produksi, sedangkan 30 persen dialokasikan untuk kegiatan sosial. Sebagian hasil penjualan jamur digunakan untuk menyediakan kebutuhan pokok melalui pasar gratis yang menjangkau sekitar 50 hingga 70 orang setiap pekan, terutama orang tua tunggal, anak yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Pada musim kemarau, kelompok juga menyisihkan hasil usaha untuk membeli dan menyalurkan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan, sekaligus mendukung kampanye gemar membaca serta distribusi bahan bacaan kepada anak-anak di sekolah dan perpustakaan komunitas.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan Desa Berdaya Medana dirancang agar dukungan PLN tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih luas. “Kami ingin masyarakat menjadi pelaku utama dari perubahan di desanya sendiri. Ketika usaha tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat dan sebagian manfaatnya kembali untuk membantu masyarakat lainnya. Inilah semangat pemberdayaan yang ingin terus kami bangun bersama di Desa Medana,” ujar Yondri. Dampak program juga telah diukur secara independen dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,56, yang berarti setiap Rp1 investasi sosial menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi terukur sekitar Rp2,56.
Memasuki tahun kedua, PLN UIW NTB bersama Klub Baca Perempuan akan melanjutkan pengembangan Desa Berdaya Medana melalui penguatan Sentra UMKM Medana, peningkatan kapasitas produksi jamur tiram dan Batik Sasak, pengembangan Tenun Bayan, diversifikasi dan sertifikasi produk, serta perluasan promosi dan pemasaran. Pengembangan tersebut diarahkan agar kelompok masyarakat semakin mampu mengelola usaha secara mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan berbagai kegiatan sosial yang telah tumbuh dari hasil usaha mereka. Dari Medana, kolaborasi PLN dan masyarakat menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya dapat menciptakan sumber penghasilan, tetapi juga membangun siklus manfaat yang terus berputar dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat. (Red).














