Oknum Pegawai BKK NTB Diduga Terima Uang Dari Klinik Cyto Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, SIAR POST | Setelah sebelumnya muncul percakapan yang diduga berasal dari internal Klinik Cyto mengenai dugaan “mengakali” vaksin menggunakan NaCl serta penggunaan vaksin yang disebut rusak dan kedaluwarsa, kini muncul rangkaian chat lain yang berulang kali menyebut transfer uang kepada seorang oknum yang disebut berinisial S.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, orang yang disebut dalam percakapan tersebut merupakan pihak di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dan ditulis dengan inisial S.

Komunikasi tersebut muncul berulang dalam percakapan internal klinik sejak Desember 2024 hingga Desember 2025. Dalam sejumlah pesan, pengirim secara eksplisit menggunakan kalimat “TF pak S” atau “tf pak S” ketika membicarakan proses transfer.

Salah satu percakapan bertanggal 1 Desember 2024 dari akun yang tercatat sebagai Klinik Utama Cyto berbunyi, “Biar malam ini saya TF pak S.”

Pada hari yang sama, akun Klinik Cyto Batujai juga menulis, “Siap saya tf pak S sekarang.”

Komunikasi serupa kembali muncul pada 11 Desember 2024. Dalam pesan tersebut tertulis, “Kalo pasti besok pengajuan mba TF pak S bestie.”

Pesan mengenai transfer kepada S kemudian kembali muncul pada Januari dan Februari 2025.

Pada 19 Januari 2025, salah satu akun menulis, “Siap besok saya TF pak S” Sehari kemudian, akun Klinik Utama Cyto menulis, “Mas kalo ada 3 jt tolong TF pak S ke bank.”

Pada 6 Februari 2025, terdapat pesan, “Pagi saya tf pak S.” Sementara pada 20 Februari 2025 kembali muncul pesan, “Saya tf pak S sekarang.”

Pola komunikasi tersebut juga tercatat pada Juni dan Juli 2025.

Pada 20 Juni 2025, salah satu akun menulis, “Udah mba tf lagi pak S,” disusul pesan lainnya pada hari yang sama, “Saya TF pak S sekarang deh.”

Kemudian pada 29 Juni 2025, akun Team Inti Cyto menulis, “Nggih yank maleman saya tf pak S.”

Pada 6 Juli 2025 kembali terdapat pesan, “Makasih best nanti malem saya TF pak S.” Pada hari yang sama, terdapat pesan lain yang berbunyi, “Kallo sudah pengajuan berkabar ya best saya TF pak S.”

Komunikasi mengenai transfer tersebut berlanjut pada 9 Juli 2025 dengan pesan, “Mba sudah TF pak s sayangku,” dan pada 18 Juli 2025 terdapat pesan, “Mba sudah tf pak s.”

Pesan serupa kembali muncul pada Desember 2025. Pada 3 Desember, akun Bendahara Klinik Utama Cyto menulis, “Belum saya tf pak S yank.”

Pada 12 Desember terdapat pesan, “Saya belum tf pak s,” kemudian pada 14 Desember muncul pesan, “Siap saya tf pak s sekarang.”

Pada 22 Desember 2025, pesan tersebut berbunyi, “Pak s sudah saya tf ya.”

Sedangkan pada 26 Desember 2025, kembali terdapat pesan, “Kalo besok pengajuan malam ini mba tf pak s.”

Rangkaian pesan tersebut menunjukkan adanya komunikasi berulang mengenai transfer kepada seseorang berinisial S.
Informasi yang diperoleh redaksi menyebutkan, transfer tersebut diduga dilakukan sebelum pengajuan e-ICV (electronic International Certificate of Vaccination) oleh klinik.

Sementara itu, Humas BKK, Endang, ketika dikonfirmasi mengenai adanya temuan atau informasi seperti tersebut, menyampaikan agar dugaan tersebut disampaikan melalui mekanisme pengaduan resmi.

“Apabila ada temuan seperti ini silahkan dibuat pengaduan ke website BKK Mataram,” kata Endang. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *