DPRD KLU Usulkan Subsidi Bunga untuk Biaya Keberangkatan CPMI, Cegah Pemuda Terjerat Rentenir

LOMBOK UTARA,SIARPOST – Persoalan biaya keberangkatan masih menjadi salah satu tantangan bagi pemuda Lombok Utara yang ingin bekerja ke luar negeri. Tak sedikit calon pekerja migran Indonesia (CPMI) harus mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kondisi ini mendorong DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengusulkan agar program subsidi bunga pinjaman daerah turut menyasar calon pekerja migran sektor formal.

Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Karyasa, S.Pd.H., M.M. Menurutnya, program subsidi bunga yang selama ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM, kelompok tani, dan peternak perlu diperluas agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk pemuda yang akan bekerja ke luar negeri.

Karyasa menilai, biaya persiapan dan keberangkatan ke negara tujuan seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Taiwan membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit. Tanpa akses pinjaman yang terjangkau, CPMI berpotensi mencari sumber pendanaan alternatif dengan bunga tinggi, bahkan terjerat pinjaman rentenir.

“Adik-adik kita para pemuda Lombok Utara harus difasilitasi untuk memperoleh biaya keberangkatan ke Jepang, Korea, Taiwan, atau ke negara-negara yang banyak diakses. Melalui mekanisme program subsidi bunga, kita tidak hanya melindungi CPMI dari bunga pinjaman yang besar, tetapi juga menjadi jaring pengaman dengan pihak PT,” ungkap Karyasa,

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pemerintah daerah perlu melihat subsidi bunga bukan sekadar program pendukung visi dan misi kepala daerah. Lebih dari itu, kebijakan tersebut harus menjadi instrumen nyata untuk menjawab persoalan permodalan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) KLU menambah pagu anggaran subsidi bunga dalam pembahasan anggaran daerah. Menurutnya, selain Kredit Usaha Rakyat (KUR), program subsidi bunga menjadi salah satu alternatif pembiayaan yang relatif mudah dan murah untuk diakses masyarakat.

“Selain akses KUR, mungkin hanya program subsidi bunga yang relatif mudah dan murah bagi masyarakat.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *