Tanjung Aan, SIAR POST – Warga di kawasan Tanjung Aan kembali memasang plang kepemilikan lahan sebagai bentuk penegasan hak atas tanah mereka. Aksi ini dilakukan di tengah rencana pembangunan hotel super mewah oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di wilayah tersebut.
Pemasangan plang ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap potensi sengketa lahan dan kekhawatiran akan dampak pembangunan yang dapat merugikan mereka. Warga mempertanyakan kejelasan status lahan dan meminta transparansi terkait rencana pembangunan hotel mewah tersebut.
“Kami hanya ingin menegaskan bahwa tanah ini adalah milik kami. Kami punya bukti kepemilikan yang sah dan kami akan terus mempertahankan hak kami,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya di kawasan ekonomi khusus kuta Mandalika pada Selasa (11/11/2025).
Warga juga menyoroti kurangnya sosialisasi dan dialog yang memadai dari pihak ITDC terkait rencana pembangunan hotel. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan khawatir akan kehilangan mata pencaharian serta tempat tinggal.
Rencana pembangunan hotel super mewah oleh ITDC di Tanjung Aan telah lama menjadi perbincangan. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai progres pembangunan tersebut. Warga mempertanyakan kelanjutan proyek ini dan mendesak pemerintah daerah untuk memberikan informasi yang transparan.
“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dulu katanya mau dibangun hotel mewah, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda pembangunan yang signifikan,” kata warga lainnya.
Keberadaan plang kepemilikan lahan ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan ITDC agar lebih memperhatikan hak-hak masyarakat lokal dalam setiap proses pembangunan. Warga berharap adanya solusi yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak, sehingga pembangunan dapat berjalan harmonis tanpa menimbulkan konflik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak ITDC terkait aksi warga dan progres pembangunan hotel mewah di Tanjung Aan.














