Solidaritas dari NTB untuk Aceh: ORMAWA UNDIKMA Turun Langsung Salurkan Bantuan Banjir

Mataram, SIAR POST — Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh meninggalkan dampak sosial dan ekonomi yang sangat serius. Ribuan warga terdampak, puluhan rumah terendam, hingga aktivitas masyarakat lumpuh total. Dalam kondisi darurat tersebut, Aliansi Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram tampil sebagai satu-satunya aliansi kampus dari luar daerah yang turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan.

Setelah menerima kabar banjir yang meluas, seluruh ORMAWA UNDIKMA langsung melakukan koordinasi dan penggalangan dana, baik di internal kampus maupun bersama masyarakat luas. Dukungan datang dari mahasiswa, dosen, hingga jejaring relawan yang ikut membantu mengumpulkan kebutuhan darurat.

Pada Selasa, 9 Desember 2025, tim relawan UNDIKMA resmi diberangkatkan menuju Aceh untuk menyalurkan bantuan secara langsung. Berbagai jenis bantuan dibawa, mulai dari: Paket sembako, air bersih, pakaian layak pakai, peralatan kebersihan, kebutuhan bayi dan wanita, dan bantuan logistik tambahan sesuai kondisi lapangan.

Tidak hanya memberikan bantuan fisik, relawan mahasiswa juga memberikan dukungan psikososial kepada warga, menghibur anak-anak, serta ikut membantu proses pembersihan lingkungan yang masih dipenuhi lumpur.

Kehadiran UNDIKMA menjadi perhatian warga dan relawan lainnya. Di tengah keterbatasan akses menuju wilayah banjir, aliansi ORMAWA ini tetap memilih terjun langsung. Ketua Aliansi ORMAWA UNDIKMA menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan.

“Kami hadir langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Solidaritas seperti ini sangat berarti bagi korban. Kami berharap kehadiran mahasiswa UNDIKMA dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan seluruh unsur organisasi mahasiswa UNDIKMA: BEM, DPM, UKM, hingga himpunan mahasiswa program studi. Mereka bersama-sama melakukan pendataan kebutuhan warga, menyalurkan bantuan dari pintu ke pintu, dan memastikan transparansi pelaporan kepada seluruh donatur.

Presma UNDIKMA: “Kami Membawa Harapan dan Solidaritas.”

Presiden Mahasiswa UNDIKMA, Indra Awaluddin, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa di Aceh adalah panggilan moral yang tidak bisa ditunda.

“Kami tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi membawa harapan, keberanian, dan solidaritas. Bagi kami, mengulurkan tangan adalah kehormatan. UNDIKMA selalu siap berdiri di garis depan ketika masyarakat membutuhkan.”

Ia berharap Aceh segera pulih dan masyarakat dapat kembali bangkit menjalani aktivitas normal.

Rektor UNDIKMA Mataram memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang terlibat, menegaskan bahwa kampus selalu mendukung kegiatan kemanusiaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Warga Aceh pun menyambut kehadiran mahasiswa UNDIKMA dengan hangat, karena bantuan datang di saat paling dibutuhkan.

Melalui aksi ini, Aliansi ORMAWA UNDIKMA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana. Mereka juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi Aceh dan siap hadir kembali jika bantuan lanjutan dibutuhkan.

Aksi ini menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan, tetapi juga agen kemanusiaan. UNDIKMA Mataram menunjukkan bahwa kepedulian tanpa batas wilayah adalah semangat sejati para pemuda Indonesia.

Redaksi | SIAR POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *