Ketum BMWI Bukber di Mataram, Siapkan Program Besar UMKM NTB: Dari Pelatihan hingga Go Ekspor


Mataram, NTB (SIAR POST) – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Wirausaha Indonesia (BMWI) mulai menyiapkan berbagai program penguatan UMKM di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu disampaikan langsung Ketua Umum DPP BMWI, Syamsul Hidayah, saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama pengurus BMWI se-NTB di Mataram, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPW BMWI NTB Is Karyanto, Pembina BMWI NTB bersama para ketua BMWI kabupaten/kota se-NTB.


Syamsul Hidayah mengatakan, kehadirannya di NTB tidak hanya untuk menghadiri buka puasa bersama pengurus BMWI, tetapi juga untuk memperkuat silaturahmi dengan berbagai pihak.


“Alhamdulillah saya hadir di NTB untuk menghadiri kegiatan buka bersama BMWI. Selain itu juga ada beberapa agenda silaturahmi, termasuk dengan alumni saya waktu S1 dan dengan Dandim,” ujarnya usai kegiatan.


Dalam kesempatan itu, Syamsul mengungkapkan bahwa BMWI akan memperbanyak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di NTB mulai tahun 2026 hingga 2027.


Beberapa program yang disiapkan antara lain pembagian sembako bagi masyarakat kurang mampu di Pulau Lombok. Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan secara kolaboratif bersama TNI dan Polri melalui Kodim dan Polres.


“Kita juga akan melakukan kegiatan lain seperti jalan sehat bersama, seminar kewirausahaan, dan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas,” katanya.


Tidak hanya kegiatan sosial, BMWI juga akan fokus memperkuat sektor UMKM di NTB. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melakukan verifikasi terhadap pelaku UMKM agar dapat didorong naik kelas hingga menembus pasar ekspor.


Program tersebut sebelumnya telah dilakukan BMWI di Jawa Timur dengan menggandeng pemerintah daerah setempat.


“Ke depan di NTB kita akan melakukan verifikasi UMKM bekerja sama dengan pemerintah daerah, seperti yang sudah kami lakukan di Jawa Timur. Tujuannya agar UMKM siap untuk go ekspor,” jelasnya.


Menurut Syamsul, penguatan UMKM tidak bisa dilakukan oleh BMWI sendiri. Karena itu pihaknya akan mendorong kolaborasi dengan berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga lainnya.


Pendampingan yang akan diberikan mencakup berbagai aspek penting bagi pelaku usaha, mulai dari perizinan, pelatihan usaha, hingga penguatan pemasaran produk.


“Tugas ini bukan hanya tugas BMWI, tetapi kita akan berkolaborasi dengan stakeholder di daerah agar UMKM lebih kuat, mulai dari perizinan, pendampingan, hingga pelatihan,” ujarnya.


Pada tahun 2026 ini, BMWI juga akan memfokuskan berbagai kegiatan pelatihan bagi UMKM di NTB. Pelatihan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, hingga pengemasan produk agar lebih kompetitif di pasar.


“Banyak pelatihan yang akan kita lakukan, mulai dari perizinan usaha, pemasaran, hingga packaging produk UMKM,” katanya.


Selain itu, BMWI juga berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda di NTB. Hal tersebut dilakukan agar keberadaan organisasi tersebut semakin dikenal dan dapat bersinergi dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.


“Saya bersama ketua DPW berharap ke depan bisa sering bersilaturahmi dengan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Forkopimda agar mereka mengetahui bahwa BMWI sudah lama hadir dan siap berkontribusi untuk pembangunan ekonomi di NTB,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *