PAUD Taroto Jaya 12 Tahun Pindah-Pindah, Dana BOP Disorot dan Kepala Sekolah Tiba-tiba Mundur: Dikbud Bungkam?!

SUMBAWA, SIAR POST – Keberadaan PAUD Taroto Jaya di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, semakin memunculkan pertanyaan. Setelah media ini melakukan investigasi lapangan dan menggali sejumlah keterangan terkait operasional lembaga tersebut, muncul kabar bahwa kepala PAUD diketahui mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri itu terjadi di tengah pertanyaan masyarakat mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang diterima lembaga tersebut selama bertahun-tahun, sementara hingga kini PAUD Taroto Jaya belum memiliki gedung permanen dan masih berpindah-pindah lokasi belajar.

Berdasarkan hasil penelusuran media ini, PAUD Taroto Jaya telah berdiri sejak tahun 2014 atau sekitar 12 tahun lalu. Namun hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih menumpang di berbagai lokasi, terakhir disebut menggunakan bekas rumah bidan desa atas izin pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, Kepala PAUD Taroto Jaya, Ade Kustari, saat diwawancarai media ini menjelaskan bahwa lembaganya selama ini hanya menerima bantuan operasional berupa Dana BOP.

“Lembaga kami hanya menerima BOP saja pak,” ujarnya.

Ia menjelaskan besaran Dana BOP dihitung berdasarkan jumlah peserta didik aktif yang terdaftar di Dapodik dengan nominal sekitar Rp600 ribu per siswa per tahun.

Ade juga mengakui lembaganya beberapa kali berpindah tempat karena belum memiliki bangunan sendiri.

“Memang berpindah-pindah pak, karena kami tidak punya bangunan tetap,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan lembaga yang dipimpinnya memiliki izin operasional resmi dan peserta didik aktif yang tercatat dalam sistem pendidikan nasional.

Menurutnya, seluruh penggunaan Dana BOP telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang berlaku.

Namun kondisi lembaga yang telah lebih dari satu dekade belum memiliki lokasi permanen memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga. Mereka mempertanyakan sejauh mana efektivitas penggunaan bantuan operasional yang terus diterima setiap tahun serta perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan fasilitas pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.

Untuk memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai pengelolaan Dana BOP maupun laporan pertanggungjawaban lembaga tersebut, media ini telah berupaya menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.

Sejumlah pertanyaan telah diajukan kepada pejabat teknis yang membidangi PAUD, termasuk Kepala Bidang dan Kepala Seksi terkait. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan detail yang diberikan kepada media.

Pihak dinas hanya meminta agar media menunggu penjelasan lebih lanjut dari bidang teknis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa yang dihubungi beberapa kali juga belum memberikan keterangan rinci terkait substansi pertanyaan yang diajukan.

Dalam komunikasi terakhir dengan media ini, beberapa hari yang lalu, Kepala Dinas menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari bidang teknis, laporan pertanggungjawaban PAUD tersebut dinyatakan lengkap.

“Info dari bidang teknis laporannya lengkap, tapi bisa dikonfrontir minggu depan di kantor,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan mengingat hingga saat ini belum ada penjelasan terbuka mengenai rincian laporan yang dimaksud maupun klarifikasi terhadap berbagai temuan dan informasi yang berkembang di lapangan.

Yang juga menjadi perhatian adalah munculnya informasi bahwa Kepala PAUD Taroto Jaya memilih mengundurkan diri setelah media ini melakukan serangkaian investigasi lapangan, wawancara langsung, serta penelusuran terhadap kondisi operasional lembaga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *