Bupati Dompu Bambang Firdaus Dianugerahi Gelar “MA KAPAHU RAWI”, Amanah Besar Jaga Marwah Budaya Daerah

DOMPU, NTB (SIAR POST) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, resmi dianugerahi gelar kehormatan “MA KAPAHU RAWI” oleh Yayasan Kesultanan Dompu dalam sebuah prosesi sakral yang berlangsung khidmat pada acara peringatan HUT ke-211 Kabupaten Dompu, Sabtu (11/4/2026).

Penganugerahan ini menjadi simbol penghormatan tertinggi atas komitmen dan dedikasi Bupati dalam menjaga, melestarikan, serta menghidupkan kembali nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal di Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya, Bambang Firdaus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral.

Pengurus Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram saat menghadiri HUT ke-211 Kabupaten Dompu bersama Bupati Dompu, Sabtu (11/4/2026). (Dok. Istimewa)

“Gelar ini adalah tanggung jawab untuk terus mengangkat nilai budaya dan agama sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia juga memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Dompu, di antaranya penguatan kurikulum muatan lokal Dompu di tingkat SD dan SMP, program literasi budaya, serta gerakan keagamaan Dompu Mengaji.

Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah agenda besar, seperti pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sultan Muhammad Sirajuddin, pembangunan Museum Dompu, hingga rencana pembangunan replika Istana Kesultanan Dompu sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya.

Menurut Bambang, penguatan identitas budaya merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan visi pembangunan Dompu 2025–2029 sebagai daerah yang maju, sejahtera, religius, dan berbudaya.

Dasar Penganugerahan Gelar

Ketua Yayasan Kesultanan Dompu, H. Syaiful Islam, yang didampingi Majelis Adat Dana Dompu (diketuai Sayuti Melik) serta Lembaga Adat Masyarakat Donggo (LAMDO) yang dipimpin Masran, menyampaikan bahwa pemberian gelar ini melalui pertimbangan matang secara filosofis, historis, dan kultural.

Dalam naskah resmi yayasan disebutkan bahwa pelestarian marwah adat dan nilai luhur Kesultanan Dompu merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus dijaga sebagai warisan tak ternilai.

Selain itu, kepemimpinan Bupati dinilai selaras dengan konsep Nggusu Waru, yakni delapan sifat kepemimpinan dalam tradisi Dompu, yang menempatkan pemimpin sebagai pelindung rakyat sekaligus penjaga nilai religius dan budaya.

Dari sisi kontribusi nyata, Bambang Firdaus dinilai berhasil mendorong penguatan identitas lokal melalui kebijakan kurikulum muatan lokal, mendukung revitalisasi sejarah dan budaya, termasuk rencana pembangunan museum, pelestarian naskah kuno, hingga pengembangan seni budaya agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *