Lombok utara ,SIARPOST — Perubahan anggaran Kabupaten Lombok Utara (KLU) Tahun Anggaran 2026 mulai memasuki tahap penting. DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 dengan tambahan ruang belanja mencapai Rp144,03 miliar.
Kesepakatan tersebut menjadi pijakan bagi Pemkab KLU untuk melanjutkan penyusunan Raperda Perubahan APBD 2026. Dengan perubahan itu, total belanja daerah yang sebelumnya berada di angka sekitar Rp1,05 triliun meningkat menjadi Rp1,2 triliun.
Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H. bersama pimpinan DPRD KLU dalam rapat paripurna di Ruang Sidang DPRD KLU, Selasa 8/9/2026.
Namun, kenaikan anggaran tersebut tidak sekadar memperbesar postur APBD. DPRD menekankan agar tambahan ruang fiskal diarahkan pada kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap pemulihan daerah, terutama infrastruktur pascabencana dan penguatan ekonomi masyarakat.
Badan Anggaran DPRD KLU melalui Sutranto, S.H., menjelaskan kenaikan belanja tersebut ditopang oleh bertambahnya sejumlah sumber pendapatan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat sebesar Rp23,5 miliar, sementara pendapatan transfer bertambah Rp20,4 miliar, sesuai Kepmenkeu Nomor 198 Tahun 2026.
“Kenaikan ini didorong oleh bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp23,5 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp20,4 miliar sesuai Kepmenkeu Nomor 198 Tahun 2026,” ujar Sutranto dalam penyampaian laporan Banggar.
Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada belanja modal jalan, jaringan dan irigasi yang mendapat tambahan sekitar Rp13,8 miliar.
Anggaran tersebut diarahkan untuk kebutuhan penanganan infrastruktur jalan pascabencana, termasuk pembangunan ruas jalan Akar-Akar serta rekonstruksi jalan Cupek-Sira.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama dalam perubahan anggaran 2026. Infrastruktur yang terdampak bencana dinilai membutuhkan penanganan lebih cepat agar aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat kembali berjalan normal.(Niss)
Tambahan anggaran juga diberikan pada belanja modal gedung dan bangunan sebesar Rp7 miliar, yang dialokasikan untuk pembangunan kantor BPBD serta interior gedung DPRD.
Sementara itu, untuk mendukung kebutuhan pembebasan lahan jalan menuju Bangsal dan jasa appraisal, Pemkab KLU mengalokasikan Rp6,8 miliar, melalui belanja modal tanah.
Di luar pembangunan fisik, perubahan KUA-PPAS 2026 juga diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.
Banggar DPRD KLU menempatkan hilirisasi produk pertanian dan perikanan serta penguatan ekonomi desa melalui UMKM, sebagai dua prioritas kebijakan ekonomi daerah.
Dalam kerangka tersebut, DPRD mendorong optimalisasi peran Perumda PT Tioq Tata Tunaq Berkah agar tidak hanya menjadi badan usaha daerah, tetapi ikut mengambil peran dalam membuka ruang pemasaran dan pengembangan produk lokal.
Perubahan anggaran juga mencatat kenaikan pada belanja barang dan jasa sebesar Rp88,7 miliar. Sementara belanja hibah bertambah Rp5,3 miliar, antara lain untuk mengakomodasi kebutuhan KONI, PMI dan sejumlah lembaga penerima hibah lainnya.
Di sisi lain, Belanja Tidak Terduga (BTT) justru dikurangi Rp1 miliar sehingga menjadi Rp2,127 miliar. Sebagian anggaran tersebut kemudian digeser ke BPBD untuk memperkuat kapasitas penanganan pascabencana, khususnya menghadapi dampak banjir dan tanah longsor.
Sutranto menegaskan, penyusunan perubahan anggaran telah diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah serta ketentuan mandatory spending.
“Dengan struktur anggaran yang lebih besar dan terarah, Pemkab KLU optimis dapat mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui penguatan UMKM dan BUMD lokal,” pungkasnya.
Dengan disepakatinya Perubahan KUA-PPAS ini, pembahasan selanjutnya akan bergeser pada penyusunan dan pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026, sebelum ditetapkan menjadi perubahan APBD pada tahun anggaran berjalan.














