Snorkeling di Gili Trawangan Berujung Hilang, WNA Korea Dicari Tim Gabungan

LOMBOK UTARA,SIARPOST — Aktivitas snorkeling di perairan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, berubah menjadi pencarian setelah seorang warga negara asing (WNA) asal Korea dilaporkan tidak kembali ke daratan, Selasa (6/10/2026).

WNA tersebut diketahui bernama Cheon Yuri, yang tinggal di Island Beach Bungalow, Gili Trawangan. Ia dilaporkan hilang setelah sebelumnya terlihat melakukan aktivitas snorkeling di perairan depan sebuah restoran.

Informasi yang dihimpun, Cheon Yuri mulai snorkeling sekitar pukul 12.30 WITA. Saat itu, korban masih terlihat berenang dan mengapung dengan baik oleh seorang saksi.

Namun, sekitar pukul 14.00 WITA, saksi bersama rombongan memilih kembali ke daratan. Korban tidak ikut naik dan keberadaannya kemudian tidak diketahui.

Teman korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi snorkeling. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya kejadian dilaporkan kepada Polsubsektor Gili Indah.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur.

Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, mengatakan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan pencarian bersama. Tim gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan berkaitan dengan keberadaan korban,” kata Agus.

Sekitar pukul 15.00 WITA, personel Satpolair Polres Lombok Utara bersama Ditpolairud Polda NTB, Basarnas dan TNI AL mulai menyisir perairan sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

Pencarian dipusatkan di sekitar perairan depan Karma Kayak Villa, Gili Trawangan, dengan mengerahkan personel dan sarana pencarian untuk menjangkau sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Meski penyisiran telah dilakukan sejak sore, korban belum ditemukan hingga operasi pencarian hari pertama berakhir.

Agus menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. Kami berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (7/10/2026) mulai pukul 06.30 WITA, dengan memperluas penyisiran di sekitar perairan Gili Trawangan.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *