Situasi Covid19 Merebak. Guru Terus Pantau Siswa Belajar Secara Online.

Sumbawa Barat. PublikOnline – Dalam situasi penyebaran Covid19 di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat, proses belajar dan mengajar siswa sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berjalan secara online.

Hal itu dilakukan oleh Guru-guru di Sekolah Dasar Negeri I Taliwang. Untuk belajar online guru menggunakan sebuah aplikasi yang dapat diakses dan di download di Playstore.

Dalam Aplikasi tersebut siswa dan guru dapat bertatap muka secara langsung dan belajar bersama. Guru-guru juga memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan di rumah selama sekolah diliburkan karena Covid19.

“Di tengah-tengah covid19 ini kami tetap memantau siswa dan memberikan mereka tugas untuk dikerjakan setiap hari,” kata Kepala Sekolah SD Negeri I Taliwang, Rahmatullah, S.Pd. SD., di Taliwang, Kamis (2/4).

Dijelaskan Rahmatullah, ada dua kelompok kelas dan dua cara berbeda yang digunakan guru dalam belajar secara online ini. Untuk kelas 1 sampai kelas 3 guru memberikan tugas melalui whatssup dan siswa juga mengirim jawaban melalui whatssup juga.

Sementara untuk kelas 4 sampai kelas 6, guru menggunakan aplikasi Zoom cloud class yang dapat diakses melalui playstore.

“Walaupun siswa belajar dari rumah, siswa bisa memperoleh tugas-tugas dari guru kelas dan guru mata pelajaran setiap hari,” jelasnya.

Menghadapi Covid19, tambah Rahmatullah, dari tanggal 23 Maret 2020 lalu, sesuai dengan surat edaran Bupati KSB, siswa diliburkan dan diajurkan untuk belajar di rumah hingga 4 April 2020.

“Cara melihat apakah siswanya bekerja atau tidak nanti siswa memberikan laporan setiap pagi ke wali kelas masing-masing,” katanya.

Belajar online ini terus dilakukan agar siswa tetap di rumah, tidak lupa dengan pelajaran dan guru juga bisa segera menyelesaikan materi pelajarannya.

Selain memberikan pelajaran online, para guru setiap hari ini juga memantau siswa di seluruh pusat keramaian seperti taman dan tempat bermain game.

“Alhamdulillah seminggu ini setelah kami pantau tidak ada siswa kami yang main di game,” jelasnya.

Rahmatullah berharap, para orang tua juga bersama-sama memantau dan menjaga anak-anak di rumah sehingga tidak terjadi penularan Covid19 pada para siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *