BAZNAS Sumbawa Barat Surati UPZ Maksimalkan Pengumpulan Zakat Fitrah

Sumbawa Barat, SIARPOST – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memaksimalkan pengumpulan zakat fitrah melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang telah dibentuk di setiap sekolah dan masjid di seluruh Desa di KSB.

Pengumpulan zakat yang dilakukan oleh UPZ agar mempermudah warga di setiap dusun dan desa dalam menyalurkan zakat fitrah terlebih-lebih di masa pandemi Covid-19.

“Kami telah bersurat kepada semua UPZ yang ada di kantor, sekolah dan desa agar memaksimalkan pengumpulan zakat fitrah pada Ramadan 1442 Hijriah,” ujar Ketua BAZNAS Sumbawa Barat, H M Ja’far Yusuf saat dimintai keterangan di Taliwang, Selasa (20/4).

Selain mengumpulkan, UPZ juga diberikan tugas untuk langsung menyalurkan zakat kepada warga yang berhak menerimanya di sekitar UPZ tersebut.

Baca juga : Ketua BAZNAS KSB Diundang Dalam Peluncuran Gerakan Cinta Zakat Oleh Presiden RI

“Pendistribusian zakat fitrah kepada warga miskin bisa dilakukan sejak awal Ramadan sampai menjelang idulfitri, tetapi untuk lebih afdal nya pendistribusian dilakukan pada malam takbiran,” katanya.

Ia memastikan bahwa zakat fitrah yang diterima oleh UPZ akan didistribusikan sebelum berakhir Ramadan. Karena jika zakat fitrah ini disalurkan setelah khatib turun dari mimbar maka bukan lagi zakat fitrah namanya melainkan bernilai infak.

Terkait penyaluran zakat fitrah, kata H M Ja’far, Biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, dalam kondisi krisis Covid-19 ini, banyak keluarga miskin dan mustahik yang meningkat jumlahnya untuk sekadar memenuhi kebutuhan pangan hariannya.

“Untuk itu Baznas bisa saja mendistribusikan beras zakat fitrah lebih awal guna meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” katanya.

Sedangkan penerimaan zakat dari warga yang berstatus PDP atau ODP dan dalam keadaan diisolasi, Baznas akan membantu secara langsung mengumpulkan zakat.

“UPZ itu sudah kami bentuk dan SK kan dan petugas UPZ berhak mendapat seperdelapan dari zakat fitrah yang terkumpul,” jelasnya.

BAZNAS juga menerima zakat fitrah online melalui transfer rekening resmi BAZNAS KSB.

Baca juga : Wabup Luncurkan Kawasan Bebas Riba, BAZNAS Sumbawa Barat Siap Dukung

Zakat secara online, menurutnya, tidak mengurangi syarat sahnya berzakat. BAZNAS telah menyediakan sistem sedemikian rupa, untuk menjawab keraguan praktik ibadah zakat dengan sistem online.

Selain itu zakat online juga masih dapat dilakukan dengan akad zakat, kemudian penerimaan zakat dan doa yang diberikan secara online dari petugas zakat.

Adapun besaran zakat adalah, jika dibayar dalam bentuk beras yaitu seberat 2,5 kg. Namun jika dibayar dengan uang tergantung harga dan kualitas beras yang diinginkan, misalnya beras biasa Rp25.000, beras super Rp30.000 dan beras premium Rp35.000.

“Semoga masyarakat dapat segera menjalankan kewajiban membayar zakatnya dalam momentum Ramadan ini melalui Baznas untuk menjadi bagian membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.

“Setelah penyaluran zakat selesai, UPZ nantinya akan menyampaikan laporan kepada Baznas terkait hasil pengumpulan dan pendistribusian zakat dan diserahkan paling lambat tanggal 30 Mei 2021” tuturnya lagi.

Ia menambahkan bahwa mustahik utama zakat fitrah adalah fakir dan miskin. Namun apabila tidak ada fakir dan miskin maka zakat dapat disalurkan kepada fi Sabilillah atau orang yang kehabisan ongkos di jalan termasuk penuntut ilmu agama yang tidak dapat membayar uang sekolahnya.

Selain itu zakat fitrah dapat diberikan kepada orang yang menjadi Mualaf selama kurang dari 5 tahun dan Garimi atau orang yang berhutang untuk kepentingan agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu