Ajukan Proposal Sejak 2020, Ponpes Yasrun NW Teko Lombok Timur Harap Bantuan Segera Direalisasikan Oleh Kementerian PUPR

Mataram, SIARPOST – Pimpinan Pondok Pesantren Yasrun Nahdlatul Wathan, TGH Saiful Baharuddin Nasir, QH berharap kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) agar proposal yang telah diajukannya beberapa waktu lalu ke Jakarta segera terealisasi.

Sebelumnya, TGH Saiful telah melayangkan proposal untuk pembangunan rumah susun atau rusunawa santri yang akan digunakan untuk menampung para santri dan santriwati yang kini totalnya mencapai 224 siswa.

“Saat ini kami memiliki banyak kekurangan, ponpes ini baru 3 tahun lebih kami rintis, dan kami meminta bantuan kepada pemerintah pusat, provinsi bahkan daerah untuk membantu kami membesarkan ponpes ini,” ujar TGH Saiful saat ditemui di Ponpes Yasrun NW Teko Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, Sabtu (5/6).

TGH Saiful menambahkan, bahwa segala syarat dan prosedur telah dilakukan oleh pihaknya secara online maupun secara offline. Bahkan proposal tersebut telah diterima oleh Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR per tanggal 11 September 2020.

Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur pun sudah turun mengecek lokasi yang akan direncanakan untuk dibangun Rusunawa tersebut.

“Alhamdulillah dari PUPR disini juga sudah turun mengecek titik koordinatnya dan sudah ada surat rekomendasi terkait dengan koordinat,” katanya.

Untuk rencana pembangunan Rusunawa Santri, TGH Saiful mewakafkan tanahnya seluas 4.080 M². Ia ingin ponpes ini menjadi salah satu central pendidikan agam islam di Peringgabaya Lombok Timur.

Rencana pembangunan rusunawa, tambah TGH Saiful, akan mendukung proses belajar para santri, dimana para santri yang saat ini tinggal di luar asrama semuanya akan tinggal di rusunawa.

Santri dan Santriwati yang menimba ilmu di ponpes Yasrun NW ini datang dari berbagai wilayah di NTB, ada yang dari pulau Lombok dan tidak sedikit yang berasal dari Pulau Sumbawa.

Jika ingin melihat-lihat lokasi ponpes Yasrun NW Teko ini sangat mudah, dari pasar tradisional Desa Api Taik ke arah selatan. Jarak dari pasar tersebut sekitar kurang lebih 5 km, dan berada di lokasi yang sejuk dan masih asri.

“Kami sangat kekurangan, yang tinggal di dalam ponpes ini hanya beberapa santri saja karena terbatasnya ruangan kamar, dengan adanya rusunawa mereka semua akan tinggal bersama,” katany TGH Saiful yang humanis dan humoris serta gagah ini.

TGH Saiful mengungkapkan, banyak sekali program-program yang dilakukan di ponpes ini seperti Tahfidz atau menghafal Al-Quran yang diikuti sejumlah santri yang memang berbakat dalam menghafal Al-Quran.

Ada juga program yang sudah pasti dimiliki semua ponpes yaitu kajian kitab kuning atau dalam ilmu pesantren disebut kitab gundul. Kajian ini harus dipelajari para santri untuk mendalami ajaran agama, syariat, aqidah dan ajaran Islam yang benar-benar dan tidak menyimpang.

“Banyak program yang kami lakukan, dengan harapan perpaduan antara ilmu agama juga berjalan searus dan bersamaan,” katanya.

Harapan kami pemerintah dapat segera membantu, karena kekurangan ponpes ini masih sangat banyak, seperti fasilitas, sarana dan prasarana pendukung dan penunjang belajar santri, salah satunya juga yang sangat penting Rusunawa Santri yang saat ini ditunggu-tunggu.

“Saya berharap pemerintah pusat,provinsi dan daerah memberikan perhatian lebih kepada dunia ponpes, karena melalui wadah ini akan menciptakan generasi yang baik seperti yang diharapkan oleh sesepuh dan pahlawan kita,” tuturnya.

Saat ini, TGH Saiful Baharuddin terus menunggu kabar baik dari pemerintah pusat agar dapat merealisasikan dan membantu pembangunan Rusunawa dan bantuan-bantuan lainnya dari provinsi dan pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *