Jumat Curhat, Polsek KPL Tano Jaring Informasi Kamtibmas

 

SUMBAWA BARAT, SIARPOST – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Tano, Sumbawa Barat mulai melakukan pengetatan sistem keamanan di sekitar. Itu dimaksudkan guna mengantisipasi bakal membludaknya para penumpang yang akan melakukan perjalanan dari luar daerah yang menggunakan moda transportasi laut.

Dalam program Jum’at Curhat, Kapolsek KPL Tano, Iptu. Nurlana yang menemui para penumpang diruang tunggu penumpang areal pelabuhan Tano mengingatkan para penumpang untuk tetap menjaga kondusifitas selama dalam pelayaran nantinya dan tetap menjaga barang bawaannya.

Baca juga : Jumat Curhat, Jelang Ramadhan Polsek KPL Tano Imbau Tetap Jaga Kondusifitas dan Hindari Hoax

Tak lupa Nurlana menyinggung sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan 1444 Hijriah. Untuk lebih menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing, diharapkan seluruh elemen masyarakat tetap saling menghargai dan menjaga sikap toleransi.

“Bulan Ramadhan ini kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar nilai ibadah dan keimanan kita menjadi lebih baik,” pinta Nurlana, Jumat (17/3) .

Namun ada hal yang lebih penting yakni menjaga kondusifitas keamanan. Dia mengingatkan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi peran serta dan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat dan para pekerja di sekitar kawasan Pelabuhan.

Baca juga : Jumat Curhat, Polsek KPL Tano Sasar Penumpang Kapal Laut

Bersama jajarannya, Tak lupa Nurlana kembali mengingatkan, demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif diperlukan informasi-informasi sekecil apapun terkait potensi dan ancaman gangguan kamtibmas. Hal ini dimaksudkan untuk bersama sama dilakukan pencegahan sedini mungkin.

“Jum’at Curhat ini merupakan wadah untuk menampung aspirasi saran dan masukan dari masyarakat termasuk mengenai keamanan dan ketertiban di Kawasan Pelabuhan khususnya Pelabuhan Poto Tano,” lagi-lagi Nurlana mengingatkan.

Sekedar mengingatkan ujarnya, semua pihak tidak boleh terjebak dalam setiap informasi yang didapatkan melalui media sosial. Jika mendapatkan informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan pernah disebarluaskan. Tetapi harus disaring terlebih dahulu untuk menjaga kemungkinan yang bisa menjerat seseorang.

“Kalau ada informasi hoax atau yang belum tentu benar jangan di share kemana-mana. Bijaklah ber- media sosial,” saran Nurlana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *