Kejati NTB Lamban, LSM Gempur Akan Bawa Kasus Dirut PT Air Minum Giri Menang ke KPK

 

Mataram, SIARPOST.com | LSM Gerakan Pemantauan Kinerja Aparatur Negara (Gempur) Provinsi NTB akan segera membawa dan melaporkan kasus dugaan gratifikasi Direksi PT Air Minum Giri Menang dari hasil temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) NTB pada tahun 2019-2020.

Selain kasus dugaan gratifikasi, LSM Gempur juga akan melaporkan sejumlah temuan BPK yang tidak sesuai ketentuan. Setidaknya ada 14 item temuan dari hasil laporan pemeriksaan (LHP) BPK NTB.

Baca juga : Pedagang Pasar Eks Puskesmas Empang Akan Dibubarkan dan Direlokasi di Pusat Kuliner

“Kami tetap mendorong Kejati NTB terus mendalami kasus PT Air Minum Giri Menang ini. Karena dari hari kita melaporkan pada Maret 2023, hingga Mei ini belum ada hasil apa-apa,” ujar salah satu pengurus Gempur NTB, Muhammad Hariadin di Mataram, Senin (8/5/2023).

Namun nantinya, tambah Hariadin, jika Kejati tetap lamban dalam mengusut kasus ini, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan segera membawa dan melaporkan ke KPK.

“Kejati NTB harus menunjukan integritas nya dan harus profesional dalam bekerja. Kami mengerti Kejati masih terus bekerja tapi ini sudah hampir tiga bulan,” kata Hariadin yang akrab disapa HGC.

Baca juga : Wisatawan Keluhkan Jalan Menuju Wisata Taman Langit Desa Bengkaung Lobar Rusak

Ia berharap secepatnya dapat menerima informasi dari Kejati NTB sehingga publik mengetahui kinerja aparat penegak hukum khususnya Kejati NTB.

Pihak LSM Gempur telah mengkonfirmasi, bahwa pihaknya sudah menyiapkan segala dokumen dan bukti untuk melaporkannya ke KPK.

Dari LHP BPK NTB tahun 2020 menemukan sejumlah item pelanggaran yang dilakukan oleh PT Air Minum Giri Menang yang tidak sesuai ketentuan pada operasional tahun buku 2019-2020 (semester I).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu