Dari Latih Persidom Dompu ke Jakarta, Perjalanan Yoansika Christoforus Siku Tembus Panggung Nasional

DOMPU, NTB (SIAR POST) – Perjalanan karier pelatih muda asal Nusa Tenggara Barat, Yoansika Christoforus Siku, menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian mengambil peluang mampu membuka jalan ke level yang lebih tinggi.

Saat diwawancarai Jumat (20/3/2026), Yoansika pelatih kelahiran Timur Leste itu mengungkapkan, awal mula dirinya dipercaya menukangi Persidom Dompu di ajang Liga 4 PSSI NTB 2026.

“Menjelang H-5 Liga 4 PSSI NTB, saya dihubungi langsung oleh Ketua Askab PSSI Dompu, Pak Ori Lin, untuk menangani Persidom. Padahal saat itu persiapan tim sangat minim dan banyak perombakan pemain,” ujarnya.

Sebelumnya, Yoansika juga sempat mendapat tawaran dari klub Liga 4 NTT, Bajak Laut FC Manggarai Barat. Namun kerja sama tersebut tidak berlanjut karena tidak tercapai kesepakatan.

Bersama Persidom, ia menghadapi tantangan besar. Minimnya waktu persiapan tak menyurutkan semangat tim, apalagi dengan kembalinya para pemain senior seperti Rizal, Tagor, Evan, dan Sam yang memberikan dorongan moral di setiap pertandingan.

Hasilnya, Persidom mampu melangkah hingga final zona Pulau Sumbawa bersama Persebi dan melaju ke putaran provinsi di GOR Turide, Mataram. Meski akhirnya finis di posisi keempat, perjuangan tim tetap mendapat apresiasi.

“Persidom pulang dengan kepala tegap. Ini kebanggaan untuk masyarakat Dompu,” kata Yoansika.

Kini, langkah Yoansika berlanjut ke level yang lebih tinggi. Ia dipercaya menjadi asisten pelatih di klub ibu kota, Persija Barat Jakarta, untuk kompetisi Liga 4 PSSI DKI Jakarta.

Pada 23 Maret 2026, ia dijadwalkan bertolak ke Jakarta, menandai babak baru dalam karier kepelatihannya di panggung nasional.

“Ini kesempatan besar untuk berkembang. Saya ingin terus belajar dan membawa pengalaman ini kembali untuk membangun sepak bola daerah,” tutupnya.

Yoansika adalah pelatih yang gigih dalam segala situasi. Selain tegas, ia dikenal pintar mengubah pola permainan secara cepat di lapangan.

Bakat melatih ini tidak datang secara tiba-tiba, ia dulu nya adalah pemain bola profesional dan masuk di beberapa klub di NTB seperti klub Sumbawa Barat yang berkiprah di level Liga 2 Liga Indonesia.

Pengalaman demi pengalaman mengajarkannya untuk membaca pola permainan klub dan taktik yang dibangun oleh lawan. Dari pengalaman menjadi pemain di level profesional itu lah, ia kini menjadi salah satu pelatih yang disegani di NTB. Walaupun usia nya masih sangat muda.

Kini Yoansika dipercaya untuk menjadi asisten pelatih di klub ibukota. Ia layaknya disebut seorang arsitek sepakbola yang tidak diragukan lagi. Patut kita tunggu kiprah pelatih muda asal NTB ini di ibukota. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *