Lombok utara, SIARPOST- DPRD Kabupaten Lombok Utara mendorong pemerintah daerah agar tidak membatasi ruang penyelenggaraan turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) di wilayah Lombok Utara. Selain menjadi wadah olahraga masyarakat, even tarkam dinilai mampu menghidupkan perputaran ekonomi warga hingga tingkat desa.
Sorotan itu muncul menyusul terancam tertundanya turnamen Apan Baya Cup yang digagas pemerintah Desa Gondang bersama Karang Taruna setempat. Padahal, animo masyarakat terhadap kompetisi sepak bola lokal disebut sangat tinggi.
Anggota Komisi III DPRD KLU, M. Indra Darmaji Asmar, Jumat (8/5), menilai penyelenggaraan Bupati Cup di Kecamatan Pemenang tidak seharusnya menjadi alasan tertundanya turnamen lain seperti Apan Baya Cup.
“Skala turnamennya berbeda. Even Bupati Cup tidak akan kehilangan pamor hanya karena ada tarkam di desa,” ujarnya.
Menurut Darmaji, semakin banyak turnamen yang digelar justru akan memperbesar aktivitas masyarakat antar desa maupun kecamatan. Efek lanjutannya bukan hanya pada sektor olahraga, tetapi juga terhadap ekonomi warga kecil seperti pedagang, parkir, UMKM hingga pelaku usaha sekitar lapangan.
Ia menilai tarkam selama ini menjadi ruang sosial yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat di tengah kondisi belanja daerah yang mulai melambat. Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak mempersulit izin maupun penggunaan fasilitas lapangan.
Politisi Partai Golkar tersebut juga mengapresiasi langkah Karang Taruna Desa Gondang yang berinisiatif menghadirkan kegiatan positif untuk masyarakat. Menurutnya, inisiatif pemuda desa seperti itu seharusnya mendapat dukungan penuh, bukan malah tersendat karena persoalan administratif.
“Panitia sudah bergerak melakukan sosialisasi. Sayang kalau akhirnya tertunda hanya karena izin lapangan,” katanya.
Di sisi lain, DPRD tetap mendukung pelaksanaan Bupati Cup sebagai agenda resmi pemerintah daerah. Namun Darmaji menyarankan agar lokasi penyelenggaraan dipertimbangkan lebih strategis untuk kepentingan jangka panjang pembinaan pemuda.
Ia menilai kawasan Kecamatan Gangga lebih tepat menjadi lokasi pelaksanaan karena di sekitar lapangan direncanakan pembangunan Youth Center. Dengan begitu, pemerintah daerah sekaligus dapat memperkenalkan program pengembangan kepemudaan kepada masyarakat.
“Kalau dilaksanakan di Gangga, dampaknya bisa lebih luas karena sekaligus menjadi ruang sosialisasi program kepemudaan daerah,” tandasnya.(Niss)














