Polisi Selidiki Kematian Mahasiswi Unram Asal Jereweh yang Ditemukan Meninggal di Kos, Otopsi dan Olah TKP Dilakukan

MATARAM, NTB (SIAR POST) – Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang mahasiswi semester 6 Universitas Mataram (Unram) asal Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di Lingkungan Gomong Sakura, Gang 7, Kota Mataram.

Korban ditemukan meninggal dunia pada Minggu malam, 17 Mei 2026 dan penemuannya sempat menggegerkan warga sekitar kos.

Kasi Humas Polresta Mataram, Iptu Subhan, mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Kemarin Polisi telah melakukan olah TKP, membawa korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi, serta melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban,” ujar Iptu Subhan saat diwawancarai media ini, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, keluarga korban mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut dan berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap penyebab kematian almarhumah.

Ibu korban yang merupakan ASN di Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan putrinya pada Kamis sore melalui video call.

“Terakhir video call hari Kamis sekitar setengah lima sore. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi,” tuturnya dengan suara lirih.

Kecurigaan mulai muncul ketika sepupu korban menghubungi keluarga pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WITA dan menanyakan keberadaan korban.

Namun saat itu keluarga mengira korban hanya sedang beristirahat karena kelelahan menjalani aktivitas kuliah dan praktik kerja lapangan (PKL).

Beberapa jam kemudian, teman kuliah korban kembali menghubungi keluarga karena korban sulit dihubungi dan telepon genggamnya tidak aktif. Keluarga kemudian meminta teman-teman korban mengecek kondisi di kamar kos.

Saat didatangi, korban diketahui berada di dalam kamar namun pintu sulit dibuka. Pihak keamanan akhirnya membantu membuka paksa pintu kamar tersebut.

Tak lama kemudian, keluarga menerima kabar duka bahwa korban telah ditemukan meninggal dunia dan langsung dievakuasi petugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga telah meninggal dunia sejak satu hingga dua hari sebelum ditemukan.

Selain itu, muncul dugaan adanya tindak kriminal karena handphone dan sepeda motor korban dikabarkan tidak ditemukan di lokasi.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut karena proses penyelidikan masih berlangsung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *