Lombok Utara,SIARPOST – Di tengah tekanan sepanjang pertandingan melawan tim kuat asal Ngada, Daygun FC justru memperlihatkan satu hal yang tak bisa diukur hanya dari skor akhir: mental bertanding yang luar biasa. Meski terus berada dalam tekanan dan harus menghadapi lawan dengan kualitas fisik di atas rata-rata, skuad kebanggaan Lombok Utara itu dinilai tetap menunjukkan karakter sebagai tim petarung.
Ketua Askab PSSI Lombok Utara, Raden Nuna Apriadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan terhadap perjalanan Daygun FC, mulai dari para pemain, jajaran Askab, manajemen tim, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, konten kreator, hingga masyarakat Lombok Utara yang terus memberikan semangat.
Menurutnya, laga melawan Ngada menjadi ujian berat bagi para pemain muda Daygun FC. Klub asal Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai tim yang kerap tampil di level nasional dengan dukungan manajemen mapan serta sumber daya pemain berkualitas.
“Anak-anak sepanjang pertandingan memang terus tertekan, tapi mereka menunjukkan mental luar biasa. Mereka terlihat sangat kelelahan menghadapi pemain-pemain Ngada yang rata-rata memiliki fisik sangat kuat. Ngada ini memang klub yang sering bermain di tingkat nasional, dengan dukungan manajemen dan kualitas pemain di atas rata-rata,” ujarnya.Sabtu 30/05/2026
Meski demikian, penampilan Daygun FC dinilai memberi sinyal positif bahwa tim asal Lombok Utara itu memiliki fondasi mental yang kuat untuk terus bersaing. Daya juang para pemain dianggap menjadi modal penting dalam menghadapi laga-laga selanjutnya.
Sebagai langkah pemulihan, tim pelatih dan manajemen memutuskan memaksimalkan dua hari masa jeda untuk mengembalikan kebugaran pemain. Fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik sekaligus menyusun strategi baru untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
“Dua hari ini kami benar-benar gunakan untuk mengistirahatkan anak-anak supaya fresh lagi. Sambil kami meramu strategi untuk pertandingan selanjutnya,” kata Raden Nuna.
Ia optimistis peluang Daygun FC untuk terus melangkah masih terbuka. Berkaca pada pertandingan sebelumnya antara Tasikmalaya FC dan Aceh, ia menilai skuad Daygun masih memiliki kapasitas untuk bersaing dan memberikan kejutan.
“Kalau melihat pertandingan Tasikmalaya FC dan Aceh sebelumnya, saya pikir anak-anak masih bisa bersaing. Tinggal bagaimana kami mempersiapkan mereka lebih matang lagi,” tegasnya.
Di balik kerasnya persaingan, Daygun FC kini membawa harapan besar masyarakat Lombok Utara. Lebih dari sekadar hasil pertandingan, perjuangan mereka telah menunjukkan bahwa mentalitas dan semangat juang tetap menjadi senjata utama untuk menantang tim-tim besar di level nasional.(Niss)














