Meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Poto Tano menunjukkan betapa vitalnya jalur penyeberangan tersebut bagi pergerakan orang dan barang di Nusa Tenggara Barat.
Setiap hari, ribuan penumpang serta kendaraan logistik bergantung pada layanan penyeberangan Poto Tano–Kayangan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT ASDP Indonesia Ferry maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah antisipasi yang akan dilakukan untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang dan dampak dari rencana aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai besok.
Di lapangan, petugas masih terlihat mengatur arus kendaraan agar antrean tetap bergerak dan tidak menyebabkan kemacetan yang lebih parah di jalur menuju pelabuhan.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Poto Tano maupun Pelabuhan Kayangan diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi dan memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal mengingat volume kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga menjelang pelaksanaan aksi.














