Antrean Panjang di Pelabuhan Poto Tano, Kadishub NTB: Rekayasa Lalu Lintas dan Kapal Besar Sudah Dioperasikan

Kadis Perhubungan Provinsi NTB. (Dok. Tribun).

SUMBAWA BARAT, NTB (SIAR POST) – Antrean panjang kendaraan terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, sejak Senin (1/6/2026) pagi.

Kepadatan didominasi mobil pribadi, bus, dan truk pengangkut barang yang hendak menyeberang menuju Pulau Lombok melalui Pelabuhan Kayangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. Ervan Anwar, M.M., memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan koordinasi untuk mengurai antrean.

Menurut Ervan, lonjakan kendaraan yang terjadi bukan disebabkan gangguan operasional pelabuhan, melainkan meningkatnya jumlah pengguna jasa yang memilih mempercepat jadwal perjalanan mereka menjelang rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung pada 2 Juni 2026.

“Kami sudah berkoordinasi dengan GM ASDP terkait kondisi ini. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Dishub juga terus memberikan layanan sebagaimana mestinya di pelabuhan dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder kepelabuhanan, mulai dari kepolisian, TNI, ASDP, KUPP, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujar Ervan.

Ia menjelaskan, kekhawatiran masyarakat terhadap rencana aksi yang akan digelar pada Selasa (2/6/2026) menyebabkan banyak kendaraan, terutama angkutan logistik dan kendaraan pribadi, memajukan jadwal keberangkatan mereka ke hari ini.

“Antrean ini terjadi karena ada kekhawatiran terkait aksi besok. Banyak angkutan yang memajukan jadwal keberangkatannya sehingga terjadi lonjakan kendaraan secara bersamaan di Pelabuhan Poto Tano,” jelasnya.

Untuk mengatasi kepadatan tersebut, Dinas Perhubungan NTB bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat telah menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan pelabuhan guna mengatur arus kendaraan yang terus berdatangan.

Selain itu, pihak ASDP bersama Dishub NTB juga mengoperasikan kapal-kapal berkapasitas lebih besar guna mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi antrean kendaraan yang mengular di sisi Pelabuhan Poto Tano.

“Kami sudah melakukan rekayasa dengan mengoperasikan kapal-kapal yang lebih besar untuk mengurangi antrean di Tano. Namun konsekuensinya akan terjadi antrean kapal saat menunggu proses bongkar muatan di Pelabuhan Kayangan sehingga waktu tunggu bisa sedikit bertambah,” katanya.

Meski demikian, Ervan optimistis kepadatan kendaraan dapat diurai secara bertahap seiring berjalannya proses penyeberangan.

“Semua pelan-pelan bisa kita urai. Kami mohon masyarakat untuk bersabar atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *