SUMBAWA BARAT – Kondisi Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, terpantau mengalami kepadatan signifikan pada Senin (1/6/2026), sehari menjelang rencana aksi demonstrasi besar yang akan digelar Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).
Antrean kendaraan, terutama truk angkutan barang, terlihat mengular hingga ke luar kawasan pelabuhan. Selain kendaraan logistik, sejumlah mobil pribadi dan bus penumpang juga tampak memenuhi jalur menuju pintu masuk pelabuhan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan mulai terjadi sejak pagi dan terus meningkat hingga siang hari.
Banyak pengguna jasa penyeberangan memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari potensi gangguan layanan penyeberangan yang diperkirakan terjadi saat aksi demonstrasi berlangsung besok.
Sejumlah sopir truk yang ditemui mengaku sengaja mempercepat jadwal keberangkatan karena khawatir tidak dapat menyeberang apabila akses menuju pelabuhan ditutup selama aksi berlangsung.
“Kami berangkat hari ini karena dengar besok ada aksi besar. Kalau benar pelabuhan ditutup atau akses diblokade, barang yang kami bawa bisa terlambat sampai tujuan,” ujar salah seorang sopir truk yang mengantre di jalur masuk pelabuhan.
Hal serupa disampaikan pengemudi lainnya yang membawa kebutuhan pokok menuju Pulau Lombok. Menurutnya, banyak rekan sesama sopir memilih menyeberang lebih awal sebagai langkah antisipasi.
“Daripada ambil risiko besok tidak bisa lewat, lebih baik berangkat sekarang walaupun harus antre panjang,” katanya.
Tidak hanya sopir angkutan barang, sejumlah warga yang hendak bepergian ke Lombok maupun sebaliknya juga memadati area pelabuhan.
Mereka mengaku ingin memastikan perjalanan selesai sebelum aksi demonstrasi dimulai.
Kepadatan di Pelabuhan Poto Tano ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.
Pelabuhan Poto Tano selama ini menjadi salah satu urat nadi transportasi utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Lombok.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT ASDP Indonesia Ferry belum memberikan keterangan resmi terkait langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengurai antrean maupun mengantisipasi dampak dari rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung mulai besok.
Sementara itu, arus kendaraan masih terus berdatangan menuju pelabuhan. Petugas di lapangan terlihat mengatur lalu lintas kendaraan agar antrean tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan kemacetan yang lebih parah di jalur menuju kawasan pelabuhan.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Poto Tano diimbau untuk memantau perkembangan situasi dan menyiapkan waktu perjalanan lebih awal mengingat tingginya volume kendaraan yang diperkirakan masih akan terjadi hingga malam hari.
Berita ini dibuat dengan pendekatan informatif dan soft news, fokus pada kondisi terkini pelabuhan tanpa memihak atau mengaitkan langsung aksi demonstrasi dengan gangguan yang belum terjadi. (Red).














