LOMBOK TENGAH, SIAR POST – Suasana haru bercampur gembira menyelimuti acara perpisahan kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Lombok Tengah, yang berlangsung khidmat dan meriah pada hari Senin, tanggal 7 Juni 2026. Khususnya di lingkungan MIN Leneng, acara ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momen penutup perjalanan pendidikan dasar yang sangat dinantikan oleh para siswa, orang tua, guru, serta seluruh warga sekolah.
Acara yang digelar dengan penuh kekhidmatan ini turut disaksikan oleh para pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Agama. Kehadiran Kepala Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat beserta jajaran, hingga Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah, memberikan warna tersendiri dan menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, para pejabat menyampaikan apresiasi yang tinggi serta pesan motivasi bagi seluruh siswa yang telah berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan dasar mereka.
“Hari ini adalah tonggak sejarah bagi anak-anak kita. Ilmu yang didapat di madrasah bukan hanya bekal untuk dunia, tetapi juga bekal untuk akhirat. Teruslah belajar dan berprestasi demi masa depan yang gemilang,” ucap salah satu pejabat dalam sambutannya.
Vebo: Mengukir Prestasi di Tengah Keterbatasan
Di antara ratusan siswa yang diwisuda, nama Abu Ogor Vebo Chiddimma atau yang akrab disapa Vebo menjadi sorotan utama. Siswa yang satu ini dikenal memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Tidak hanya cerdas secara akademik, Vebo juga merupakan atlet handal yang telah berhasil mengharumkan nama sekolah, bahkan nama daerah, melalui berbagai kejuaraan olahraga tingkat nasional hingga internasional.
Namun, prestasi Vebo tidak hanya terbatas di bidang fisik dan akademik. Ia juga dikenal sebagai sosok siswa yang memiliki karakter luar biasa. Salah satu kebiasaan baik yang membuatnya dikenal di sekolah adalah kedisiplinannya dalam menabung.
Berkat ketekunannya, Vebo bahkan tercatat sebagai siswa dengan jumlah tabungan terbesar di sekolahnya, membuktikan bahwa sejak dini ia sudah memahami pentingnya mengelola keuangan dan hidup hemat.
Kisah Perjuangan Sang Ibu dan Anak Yatim
Di balik deretan medali dan prestasi gemilang itu, tersimpan kisah perjuangan yang sangat menginspirasi. Vebo merupakan seorang anak yatim. Ia harus kehilangan sosok ayah tercinta sejak usia dini akibat sakit yang diderita. Kepergian ayah tentu menjadi kehilangan besar, namun hal tersebut tidak menjadikan Vebo dan keluarganya patah semangat.
Herlina, ibu kandung sekaligus wali murid, tak kuasa menahan haru dan bangga saat berbicara kepada awak media. Dengan mata berbinar, ia menceritakan perjalanan anaknya hingga bisa sampai di titik kelulusan ini.
“Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, saya sangat bersyukur sekali anak saya bisa lulus dengan hasil yang memuaskan dan menjadi anak yang berprestasi di sekolahnya. Rasanya bahagia sekali melihat usaha anak saya membuahkan hasil,” ungkap Herlina dengan nada suara yang penuh emosi dan kebahagiaan.
Ibu dua anak ini pun berpesan harapan besar untuk masa depan putranya. “Semoga Vebo kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh, selalu berbakti kepada orang tua, dan bisa menjadi orang yang berguna, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Herlina membeberkan rahasia di balik kesuksesan Vebo. Menurutnya, prestasi yang diraih anaknya bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari kerja keras dan didikan yang baik.
“Prestasi yang Vebo dapatkan ini semua karena ia memang anak yang rajin belajar, tidak pernah malas, dan selalu patuh mendengarkan nasihat orang tua serta guru-gurunya di sekolah. Itulah kuncinya,” jelas Herlina.
Keberhasilan Vebo diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi teman-teman sebayanya. Kisah hidupnya membuktikan bahwa latar belakang, keterbatasan, atau bahkan musibah seperti kehilangan orang tua bukanlah alasan untuk berhenti berkarya dan berprestasi.
Dengan semangat juang yang tinggi, disiplin, dan doa restu orang tua, segala impian dapat diraih. Vebo telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai siswa teladan, tetapi juga sebagai anak yang mampu menjadi kebanggaan kedua orang tuanya, meski kini hanya tinggal berdua bersama ibunda tercinta.
Acara perpisahan ini pun ditutup dengan harapan agar seluruh lulusan MIN Lombok Tengah dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tetap menjaga nama baik almamater serta keluarga di mana pun mereka berada. (Red)














