Kontes Ternak Disiapkan Jadi Panggung Peternak KLU, Pemenangnya Berpeluang Jadi Kurban Presiden

LOMBOK UTARA,SIARPOST – Wacana menggelar kontes ternak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menguat. Bukan sekadar ajang adu bobot atau mencari sapi terbaik, kontes ini diproyeksikan menjadi pemicu lahirnya peternak-peternak unggul sekaligus membuka peluang ternak lokal menjadi hewan kurban Presiden.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan (DKPPP) KLU, Tresnahadi, S.Pt., mengatakan gagasan menggelar kontes ternak sebenarnya sudah lama dirancang. Namun, pelaksanaannya belum dapat diwujudkan karena keterbatasan anggaran daerah.

“Untuk kontes ternak, kita pernah usulkan anggaran, tapi belum bisa terlaksana karena anggaran terbatas. Ketika nanti tersedia, pasti kita laksanakan,” ujarnya.Kamis 09/07/2026

Menurut Tresnahadi, kontes ternak bukan hanya ajang kompetisi, melainkan strategi untuk membangkitkan motivasi peternak agar semakin serius meningkatkan kualitas pemeliharaan ternaknya. Dengan adanya penghargaan bagi ternak terbaik, peternak akan terdorong menghasilkan sapi dengan kualitas dan bobot yang lebih baik.

Ia bahkan memiliki gagasan agar sapi terbaik hasil kontes nantinya diusulkan sebagai hewan kurban Presiden. Langkah tersebut dinilai mampu menjadi kebanggaan bagi peternak Lombok Utara sekaligus menunjukkan kualitas ternak daerah di tingkat nasional.

“Bahkan ide saya, juara kontes ternak sapi akan kita usulkan sebagai hewan kurban Bapak Presiden,” katanya.

Tresnahadi menjelaskan, kontes ternak juga akan memberikan manfaat dari sisi efisiensi. Selama ini proses pencarian sapi kurban Presiden dilakukan melalui seleksi lapangan yang membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya. Jika kontes rutin digelar, sapi-sapi terbaik sudah terdata dan siap dipilih.

“Ke depan tentu kita pilihkan yang paling berat, tidak perlu seleksi yang butuh biaya dan waktu. Peringkat ternak terbaik dapat dihasilkan melalui kontes ini,” tegasnya.

Pada Iduladha tahun ini, Lombok Utara menerima bantuan satu ekor sapi kurban Presiden dengan bobot lebih dari satu ton. Pengalaman tersebut menjadi dorongan agar daerah memiliki mekanisme pembinaan yang lebih terarah melalui kontes ternak.

Selain menjadi ajang mencari ternak unggulan, kontes juga diharapkan menjadi ruang edukasi bagi peternak mengenai teknik pemeliharaan yang baik, peningkatan kualitas bibit, hingga pengembangan produk turunan peternakan. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak.

DKPPP optimistis, apabila dukungan anggaran telah tersedia dan pelaksanaan dilakukan secara berkelanjutan, kontes ternak dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat citra peternakan Lombok Utara sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra penghasil ternak berkualitas di Nusa Tenggara Barat.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *