LOMBOK BARAT, SIAR POST – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lombok Barat membawa dampak serius bagi warga Desa Batulayar Barat. Puluhan kepala keluarga di tiga dusun kini menghadapi krisis air bersih akibat rusaknya jaringan perpipaan yang menjadi satu-satunya sumber pasokan air dari pegunungan.
Tiga wilayah yang paling terdampak yakni Dusun Duduk Atas, Dusun Batubolong Duduk, dan Dusun Batubolong Griya.
Jaringan perpipaan sepanjang sekitar empat kilometer yang dibangun sejak 2006 oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Barat kini mengalami kerusakan berat.
Sebagian besar pipa telah lapuk dimakan usia, sementara kebocoran terjadi di banyak titik. Karena keterbatasan biaya, warga hanya mampu melakukan perbaikan seadanya dengan memanfaatkan potongan karet ban bekas untuk menutup kebocoran.
Sekitar 40 kepala keluarga masih menggantungkan kebutuhan air bersih dari jaringan tersebut. Selama hampir dua dekade, fasilitas itu belum pernah mendapatkan peremajaan maupun bantuan pemeliharaan sehingga kondisinya terus memburuk.
Fajar (61), yang selama ini membantu merawat jaringan air, mengaku semakin kesulitan memperbaiki pipa yang rusak. Selain kerusakan yang semakin banyak, medan menuju lokasi jaringan juga sangat berat karena harus melewati perbukitan yang curam.
“Saya sering pulang sampai larut malam. Bahkan saat bulan Ramadan, saya beberapa kali berbuka puasa di perjalanan karena masih memperbaiki pipa,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa perbaikan menyeluruh, kerusakan akan terus berulang dan pasokan air bagi warga semakin tidak menentu.
Kesulitan juga dirasakan Asmin (62), warga yang tinggal di kawasan lereng pegunungan. Saat jaringan pipa putus, ia terpaksa turun gunung untuk mencari air ke dusun lain dengan jarak beberapa kilometer.
“Untuk mandi saya harus turun gunung. Sekarang saya sudah tidak kuat berjalan jauh, apalagi harus mendaki. Sangat berat,” tuturnya.
Asmin berharap pemerintah maupun pihak swasta segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
Warga juga menjelaskan bahwa sebagian wilayah Dusun Duduk Atas kini telah memiliki fasilitas air bor. Namun, warga di bagian barat Dusun Duduk Atas masih sepenuhnya bergantung pada aliran air dari pegunungan melalui jaringan perpipaan yang kini rusak parah.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan rehabilitasi jaringan perpipaan yang telah berusia hampir 20 tahun tersebut agar pasokan air bersih kembali normal, terutama di tengah musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. (Sam/Red).














