Kunjungan Wisatawan KLU Tembus 810 Ribu, Tantangan Besarnya Kini Bukan Datang, Tapi Bertahan Lebih Lama

Lombok utara SIARPOST– Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam setahun terakhir menjadi sinyal positif bagi kebangkitan sektor pariwisata. Namun di balik peningkatan jumlah wisatawan yang menembus 810.910 orang sepanjang 2025, masih ada pekerjaan rumah yang dinilai lebih penting, yakni membuat wisatawan bertahan lebih lama di daerah tujuan wisata.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kini tidak hanya berfokus mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga mengupayakan peningkatan length of stay atau rata-rata lama tinggal wisatawan. Strategi tersebut dinilai akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dibanding sekadar peningkatan jumlah kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresna Budiastuti, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan membutuhkan langkah yang lebih terarah. Salah satunya dengan menghadirkan berbagai aktivitas, atraksi, dan event yang mampu membuat wisatawan tertarik untuk menghabiskan waktu lebih lama di Lombok Utara.

“Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah meningkatkan lama tinggal wisatawan. Semakin lama mereka berada di KLU, maka semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujarnya,Jumat 07/08/2026

Menurut Dende, promosi pariwisata tetap menjadi instrumen penting. Namun promosi harus dibarengi dengan penyelenggaraan event yang mampu menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara. Kehadiran agenda budaya lokal secara rutin dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan yang membedakan Lombok Utara dengan daerah wisata lainnya.

Karena itu, Dispar KLU juga mendorong penyediaan fasilitas pendukung seperti amfiteater dan sarana pertunjukan lainnya yang dapat menjadi ruang bagi penyelenggaraan event budaya maupun hiburan berskala lebih besar.

“Promosi dan event yang menarik menjadi salah satu cara untuk meningkatkan antusiasme pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya.

Meski demikian, upaya mengerek sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan promosi. Dende menegaskan dukungan anggaran, kelengkapan fasilitas pariwisata, hingga faktor keamanan tetap menjadi penentu keberhasilan pengembangan destinasi.

Optimisme Pemda KLU cukup beralasan. Data Dispar menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 810.910 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 618.241 kunjungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *