Kick Off MotoGP Mandalika 2026 Dimulai, Apa Saja Yang NTB Siapkan dan Target Penonton

MATARAM, SIAR POST — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Kick off persiapan digelar Rabu (12/8/2026) dengan melibatkan pemerintah daerah, ITDC, MGPA, aparat keamanan, sektor pariwisata, transportasi, kesehatan, hingga pelaku UMKM.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 dengan target lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari. Pemerintah NTB menilai persiapan harus dilakukan sejak jauh hari agar seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis dapat ditangani secara terukur.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan setiap persoalan dalam persiapan MotoGP harus memiliki penanggung jawab atau PIC serta target penyelesaian yang jelas.

“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian. Kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Iqbal.

Salah satu fokus utama adalah infrastruktur dan akses menuju kawasan Mandalika. Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan ruas jalan yang menjadi jalur pendukung penyelenggaraan MotoGP dapat ditangani sebelum event berlangsung.

Pemerintah juga mendorong agar persoalan infrastruktur tidak terus diselesaikan dengan pola tambal sulam. Penanganan permanen dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan Mandalika sebagai destinasi sport tourism internasional.

Selain infrastruktur, akomodasi menjadi perhatian serius. Pemerintah bersama penyelenggara akan memetakan hotel, homestay, wisma, asrama, hingga berbagai fasilitas penginapan lainnya untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama MotoGP.

Kebutuhan kamar tidak hanya diperuntukkan bagi penonton, tetapi juga pembalap dan kru, tamu undangan, tenaga medis, petugas operasional, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

“NTB harus semakin terbiasa menjadi tuan rumah event internasional. Ketersediaan akomodasi yang cukup dan terjangkau harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Iqbal.

MotoGP Jadi Penggerak Ekonomi NTB

Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, menilai MotoGP Mandalika kini tidak lagi sebatas ajang olahraga. Event tersebut telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan dampak terhadap berbagai sektor.

Berdasarkan riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penyelenggaraan MotoGP 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,96 triliun. Dampaknya dirasakan sektor perhotelan, transportasi, UMKM, tenaga kerja, hingga pariwisata di Mataram, Senggigi dan sejumlah wilayah lainnya di NTB.

Karena itu, MotoGP 2026 diarahkan tidak hanya menjadi ajang balap, tetapi juga momentum memperluas promosi destinasi wisata NTB melalui konsep “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”.

Wisatawan diharapkan tidak sekadar datang untuk menyaksikan balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dengan menikmati destinasi wisata, kuliner, budaya, serta produk ekonomi kreatif lokal.

Siapkan 130 Shuttle Bus dan Penguatan Layanan

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, menjelaskan persiapan MotoGP 2026 dibagi ke dalam tiga klaster utama, yakni keamanan dan pengawalan, infrastruktur-promosi-pariwisata serta layanan medis, dan event-pemberdayaan masyarakat.

Sekitar 130 unit shuttle bus disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton. Pengamanan juga mencakup jalur distribusi logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju kawasan sirkuit.

Di sektor pariwisata, pemerintah dan penyelenggara akan melakukan kurasi homestay, penguatan promosi hotel, serta kampanye pariwisata melalui bandara, pelabuhan, media luar ruang, dan kanal digital.

Sejumlah musisi nasional juga dijadwalkan tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026, di antaranya Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.

Penyelenggaraan tahun ini juga diarahkan lebih inklusif. Fasilitas luxury camp akan disiapkan bagi penonton penyandang disabilitas, termasuk fasilitas pendukung dan skema Buy One Get One bagi pendamping.

Promosi NTB Diperluas ke Sejumlah Pasar Potensial

Gubernur Iqbal juga meminta promosi MotoGP sekaligus destinasi wisata NTB dilakukan secara lebih agresif dan terintegrasi.

Sejumlah wilayah dengan konektivitas langsung ke NTB, seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Yogyakarta, Bali dan NTT, dipandang sebagai pasar potensial yang harus digarap secara serius.

Promosi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah penonton MotoGP, tetapi juga mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama di NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *