SPBU Kayangan Ditargetkan Kembali Beroperasi Awal September, Pertamina Siapkan Pengalihan Titik Layanan

LOMBOK UTARA ,SIARPOST— Kabar baik bagi nelayan dan masyarakat Lombok Utara. Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di wilayah Kayangan tengah dipersiapkan untuk kembali beroperasi setelah sebelumnya sejumlah SPBU ditutup.

Perwakilan Pertamina Patra Niaga Sales Brand Manager Wilayah Pulau Lombok, Tommy Wisnu, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan pemindahan titik layanan sementara dari SPBU 54.833.05 ke SPBU 54.833.09 yang berada di wilayah Kayangan.

Hal itu disampaikan Tommy saat ditemui dalam hearing bersama Gabungan Kelompok Nelayan Kabupaten (Gapokkan) dan DPRD Lombok Utara, Rabu (12/8/2026).

Menurut Tommy, pemindahan tersebut dilakukan untuk mendekatkan kembali akses BBM kepada nelayan, khususnya di wilayah Lombok Utara.

“Permintaan dari teman-teman nelayan akan kami usahakan untuk melakukan pemindahan titik SPBU sementara dari SPBU 5483305 menjadi ke titik SPBU 5483309 di daerah Kayangan,” kata Tommy.

Tommy menegaskan, SPBU di Kayangan ditargetkan dapat mulai beroperasi awal bulan depan. Namun, sebelum layanan dibuka, Pertamina masih harus memastikan kesiapan sarana dan prasarana (sarpas) serta tenaga operasional.

“Kami usahakan secepatnya. Ini kami persiapkan dulu segala sarpas dan kesiapan manpower-nya. Nanti setelah siap, kami akan switching, kami rubah mungkin nanti. Jadi yang operasionalnya nanti yang di Kayangan,” jelasnya.

Jika telah beroperasi, SPBU tersebut nantinya melayani seluruh jenis BBM. Pengelolaannya untuk sementara juga akan dilakukan oleh anak perusahaan Pertamina Patra Niaga, yakni Pertamina Retail.

Tommy menjelaskan, pengecekan ulang terhadap infrastruktur menjadi tahapan penting sebelum pengoperasian. Pertamina harus memastikan seluruh fasilitas benar-benar siap setelah sebelumnya tidak beroperasi.

“Harus kami cross-check ulang karena kemarin memang pas sehabis penutupan itu sarpas yang paling siap untuk percepatan ialah yang di Pemenang. Makanya nanti ini kami cek lagi sarpasnya, terus langsung kami minta untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, untuk SPBU di wilayah Tanjung, Pertamina belum memastikan kapan akan kembali dioperasikan. Pertamina masih melihat perkembangan kasus yang menjadi latar belakang penutupan sejumlah SPBU tersebut.

“Kalau yang di Tanjung belum, karena memang kami juga masih melihat perkembangan dari kasusnya lebih lanjut. Jadi kami juga masih hati-hati untuk mengoperasionalkan SPBU-SPBU tersebut,” ungkap Tommy.

Rencana pengoperasian kembali SPBU di Kayangan ini diharapkan mampu mengurangi kesulitan nelayan dalam memperoleh BBM. Selain memangkas jarak akses, keberadaan titik layanan tersebut juga diharapkan dapat membantu kelancaran aktivitas nelayan di sejumlah wilayah pesisir KLU.

“Kami usahakan di bulan depan, awal bulan depan. Mudah-mudahan bisa mengurai, bisa mendekatkan ke nelayan-nelayan di wilayah KLU,” pungkasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *