Puluhan Siswa di Desa Beber Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas Aik Darek

Screenshot video anak diduga keracunan MBG di Batukliang Lombok Tengah NTB. (Dok. Istimewa)

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"tilt_shift":1,"clone":1,"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

LOMBOK TENGAH – Kabar dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) menghebohkan warga Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Jumat (11/9/2026).

Sejumlah siswa dari dua sekolah dasar (SD) di Desa Beber dilaporkan mengalami kondisi yang diduga berkaitan dengan keracunan setelah menyantap makanan program MBG.

Informasi tersebut mencuat setelah sebuah video memperlihatkan sejumlah anak sekolah dibawa menuju Puskesmas Batukliang Aik Darek. Dalam video tersebut, beberapa anak terlihat menangis saat berada di dalam kendaraan.

Video itu diunggah akun Facebook Yuli Sidik pada Jumat (11/9/2026). Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari warganet, dengan ratusan tanda suka dan komentar.

Dalam unggahannya, Yuli Sidik menyampaikan bahwa anak-anak yang sekolah di wilayah Desa Beber dan mengalami kondisi tersebut dapat dicari di Puskesmas Batukliang Aik Darek.

Ia juga menyebut dirinya membawa sekitar delapan anak menggunakan mobil, sementara sebagian lainnya dibawa menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan.

“Siapapun yang anaknya sekolah di Desa Beber, anak-anaknya silakan cari di Puskesmas Batukliang Aik Darek keracunan MBG,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan, lebih dari 50 anak diduga mengalami keluhan dan telah dibawa atau terdata mendapatkan penanganan di Puskesmas.

Dugaan kejadian tersebut disebut terjadi pada siswa dari dua SD Negeri yang berada di Desa Beber, meski jumlah pasti siswa yang mengalami keluhan maupun kondisi kesehatan mereka masih menunggu pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, Puskesmas Batukliang Aik Darek belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah pasti siswa yang mendapatkan penanganan maupun penyebab kondisi yang dialami para siswa tersebut.

Pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah keluhan yang dialami para siswa benar-benar disebabkan oleh makanan MBG atau terdapat faktor lainnya.

Sementara itu, pihak penyedia atau dapur MBG yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa juga masih dalam upaya dikonfirmasi untuk mendapatkan penjelasan.

Kabar tersebut kini menjadi perhatian masyarakat, terutama para orang tua siswa yang anaknya bersekolah di wilayah Desa Beber. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *