Terungkap! Oknum DPRD Dompu KS Ternyata Berkali-kali Ajak Perempuan ke Hotel hingga Video Call: Korban Disebut Lebih Dari 6

Foto : Ilustrasi

DOMPU, SIAR POST — Polemik yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Dompu berinisial KS belum juga mereda. Setelah sebelumnya muncul dugaan adanya hubungan khusus dengan sejumlah perempuan yang telah berstatus sebagai istri orang, kini dua perempuan yang mengaku sebagai korban buka suara mengenai komunikasi dan pertemuan yang mereka alami.

Dalam wawancara eksklusif dengan Siar Post, Jumat (25/9/2026) salah satu perempuan mengaku awalnya mengenal KS dalam konteks hubungan karena ada persoalan masyarakat.

Ia mengatakan, komunikasi KS yang mulai mengarah pada kedekatan pribadi terjadi sekitar April 2026. Namun, menurut pengakuannya, pendekatan tersebut sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelumnya.

“Godanya sudah lama. Cuma karena saya ada hubungan keluarga sama dia, jadi saya biasa saja awalnya,” ungkapnya.

Perempuan tersebut mengaku sempat berusaha menganggap sikap KS sebagai hal biasa. Ia mengaku merasa tidak nyaman untuk menegur secara langsung lantaran adanya hubungan keluarga.

“Saya tahu dia godain saya, cuma saya berusaha berpikir bahwa ini biasa. Kalau saya mau menentang dia, walaupun godaan itu, saya nggak enak karena keluarga,” katanya.

Pengakuan itu, lanjut dia, baru terasa berbeda setelah dirinya mengetahui adanya perempuan lain yang disebut mengalami hal serupa.

Ia mengaku mendapat informasi dari sejumlah teman bahwa mereka juga pernah mendapat godaan dan ajakan bertemu dari KS. Salah satunya disebut tinggal di Mataram meski berasal dari wilayah Kecamatan KramaBura.

“Teman saya orang KramaBura juga, tapi dia tinggal di Mataram. Dia juga digodain dan diajak ketemu di hotel, sama seperti korban lainnya,” ujarnya.

Menurut perempuan tersebut, informasi mengenai dugaan korban lain kemudian berkembang di tengah masyarakat. Ia menyebut sempat mendengar jumlah perempuan yang dikaitkan dengan KS bertambah dari dua orang menjadi 6 orang bahkan bertambah menjadi lebih dari 10 orang.

Namun, angka tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara langsung kepada masing-masing perempuan yang disebut.

“Informasinya berkembang. Tadinya cuma dua, kemudian bertambah jadi empat, enam dan bahkan lebih dari sepuluh. Tapi yang saya sudah lihat bukti dan dengar pengakuan langsung itu ada empat orang,” katanya.

Ia juga menyebut mayoritas perempuan yang disebut, merupakan perempuan yang telah menikah dan memiliki hubungan keluarga dengan KS. Namun, ia menegaskan informasi mengenai jumlah 10 orang tersebut berasal dari cerita yang berkembang di masyarakat.

Pengakuan serupa disampaikan perempuan lainnya yang juga mengaku pernah mendapat ajakan bertemu dari KS.

Menurut dia, ajakan itu terekam dalam percakapan yang kemudian disimpan dalam bentuk tangkapan layar. Ia mengaku beberapa kali mendapatkan ajakan bertemu ketika KS berada di Mataram.

“Setiap kali dia datang ke Mataram, setiap itu juga saya diajak untuk bertemu di hotel,” ungkap korban yang meminta identitas nya disembunyikan.

Selain ajakan bertemu, perempuan tersebut mengaku KS juga beberapa kali mengirimkan stiker yang menurutnya tidak pantas.

“Saya merasa aneh dan heran dengan perilakunya yang mengajak saya setiap kali datang ke Mataram,” katanya.

Ia mengaku pendekatan tersebut bukan baru terjadi belakangan. Ia mengakui, telah mendapatkan godaan sejak tahun sebelumnya.

Yang membuat persoalan ini semakin serius adalah pengakuan salah satu perempuan yang disebut berstatus sebagai istri orang.

Dalam keterangannya, perempuan tersebut mengaku memang pernah bertemu dengan KS di sebuah kamar hotel di Kota Mataram.

Pertemuan itu, menurut pengakuan yang disampaikan kepada Siar Post, terjadi di salah satu hotel berbintang di Mataram.

Meski demikian, pengakuan tersebut merupakan keterangan dari pihak yang mengaku sebagai korban dan belum menjadi fakta hukum yang telah diputuskan oleh pengadilan.

Para perempuan yang memberikan keterangan juga menyebut adanya sejumlah bukti digital yang mereka klaim berkaitan dengan komunikasi bersama KS.

Bukti yang disebut antara lain tangkapan layar percakapan, ajakan bertemu, hingga share lokasi yang diklaim berkaitan dengan pertemuan.

Mereka juga menyebut adanya komunikasi melalui video call serta pengiriman foto yang menurut pengakuan korban bersifat tidak senonoh.

Bukti-bukti tersebut, menurut keterangan yang diterima Siar Post, telah dilampirkan dalam pengaduan etik yang diajukan ke DPP Partai Hanura di Jakarta.

Pengaduan tersebut menjadi jalur yang kini ditempuh untuk meminta partai menilai dugaan perilaku yang dikaitkan dengan kadernya tersebut.

Sebelumnya, KS ketika dikonfirmasi mengenai isu yang berkembang menyatakan tidak ingin terpancing oleh berbagai informasi di media sosial maupun masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *