Tak Harus Bolak-balik ke Rumah Sakit, Home Care RSUD NTB Layani Pasien hingga Rumah Singgah

MATARAM, SIAR POST — Pelayanan kesehatan tidak selalu harus menunggu pasien datang ke rumah sakit. RSUD Provinsi NTB melalui layanan Home Care Patient Centered Care (PCC) berupaya mendekatkan pelayanan hingga ke tempat pasien menjalani pemulihan, termasuk rumah singgah yang menjadi tempat tinggal sementara pasien kurang mampu dari berbagai daerah di NTB.

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya RSUD Provinsi NTB memberikan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, terutama bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan setelah menjalani pengobatan atau rawat inap, tetapi memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke rumah sakit karena kondisi klinisnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Provinsi NTB, dr. Adi Wira, menjelaskan Home Care PCC bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pelayanan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien.

“Home Care dari PCC RSUD Provinsi NTB merupakan salah satu bentuk upaya kami untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan di rumah dan memiliki keterbatasan untuk dapat datang langsung ke rumah sakit karena kondisi klinisnya,” kata dr. Adi Wira saat diwawancarai, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, bentuk pelayanan yang diberikan dapat berupa asesmen kondisi pasien, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, tindakan atau perawatan tertentu sesuai indikasi, edukasi kepada pasien dan keluarga, hingga koordinasi apabila pasien membutuhkan pelayanan lanjutan di rumah sakit.

Artinya, pasien yang membutuhkan pemantauan setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit tidak selalu harus datang dan menjalani perjalanan berulang ke fasilitas kesehatan apabila secara medis dapat ditangani melalui layanan Home Care.

Hal ini menjadi penting bagi pasien kurang mampu yang sedang menjalani perawatan di Mataram, termasuk mereka yang tinggal sementara di rumah singgah karena harus menjalani pengobatan di RSUD Provinsi NTB.

Salah satunya Rumah Singgah NTB CARE yang selama ini menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien dan keluarga kurang mampu dari sejumlah daerah di NTB yang datang berobat ke Mataram.

Kehadiran tim Home Care di rumah singgah membuat pasien dapat memperoleh pemantauan lanjutan tanpa harus selalu kembali ke rumah sakit untuk kebutuhan pelayanan yang memang dapat dilakukan di tempat.

Sebelumnya, Tim Home Care PCC RSUP/RSUD Provinsi NTB juga melakukan kunjungan ke Rumah Singgah NTB CARE pada Senin (28/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, tenaga kesehatan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, termasuk pemantauan kondisi pasca perawatan serta edukasi kepada pasien dan keluarga.

Pengelola Rumah Singgah NTB CARE, Yuni Bourhany, mengatakan keberadaan layanan tersebut sangat membantu pasien yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu.

“Kami sangat terbantu. Pasien kami rata-rata orang tidak mampu yang baru selesai operasi dan butuh perawatan lanjutan. Dengan adanya Home Care PCC, mereka tetap terpantau tanpa harus bolak-balik ke rumah sakit,” ujarnya.

Namun, dr. Adi Wira menegaskan layanan Home Care tidak secara otomatis berarti setiap kunjungan menggunakan ambulans atau pasien harus dievakuasi ke rumah sakit.

Penggunaan ambulans tetap disesuaikan dengan kondisi medis pasien dan kebutuhan pelayanan yang ditemukan di lapangan.

“Jadi, tidak berarti setiap kunjungan Home Care secara otomatis selalu membutuhkan ambulans atau evakuasi ke rumah sakit. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan medis pasien,” jelasnya.

RSUD Provinsi NTB juga memastikan layanan Home Care tidak hanya diperuntukkan bagi satu rumah singgah tertentu.

Rumah singgah maupun masyarakat yang memiliki pasien dengan kebutuhan pelayanan Home Care dapat mengakses layanan tersebut sepanjang memenuhi kriteria dan mekanisme yang berlaku di RSUD Provinsi NTB.

Sebelum pelayanan diberikan, pasien terlebih dahulu menjalani asesmen untuk menentukan jenis kebutuhan pelayanan yang tepat.

“Rumah singgah atau masyarakat yang memiliki pasien dengan kebutuhan pelayanan Home Care dapat mengakses layanan tersebut sepanjang memenuhi kriteria dan mekanisme yang berlaku. Tentunya akan dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan kebutuhan pelayanan pasien,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *