Hutan, Savana, Sunrise dan View Rinjani, Ini Pesona Jalur Timbanuh Menuju Puncak Tembesi

Ketika ada anggota yang kelelahan, rombongan berhenti. Saat ada yang mengalami kram atau cedera ringan, anggota lainnya membantu.

Koordinator perjalanan, Om Dwi alias Om Bogel, bahkan memilih berada di barisan paling belakang untuk memastikan seluruh anggota tetap bersama.

“Yang penting semua sampai. Jangan ada yang ditinggalkan,” kata Om Bogel.

Usianya yang sudah sekitar 60 tahun tidak membuatnya memilih berjalan di depan. Justru ia memastikan anggota yang berada di belakang tetap terpantau.

Bagi Cindy, Sry dan Om Bogel, serta pendaki lainnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendakian bukan sekadar tentang mencapai puncak.

Jalur Timbanuh menawarkan pengalaman lengkap: hutan yang sejuk, mata air, tanjakan, savana, edelweiss, dinginnya malam, sunrise hingga panorama Segara Anak dan Barujari.

Dan di tengah semua itu, ada satu hal yang membuat perjalanan 34 pendaki tersebut semakin berarti: mereka memilih berjalan bersama dan memastikan tidak ada yang ditinggalkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *