Dompu, SIAR POST – Insiden kecelakaan maut yang terjadi di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Minggu (6 Juli 2025), kini memasuki babak baru.
Mobil patroli milik Polsek Hu’u yang dikendarai seorang anggota polisi berinisial I menabrak sejumlah warga dan kendaraan, menyebabkan sedikitnya lima orang luka-luka.
Video kejadian itu viral di media sosial, memperlihatkan kepanikan warga dan mobil patroli yang terbalik ke dalam saluran jalan.
BACA JUGA : Banjir Lumpuhkan Listrik di Mataram, PLN Bergerak Cepat Pulihkan 33 Ribu Pelanggan
Namun yang lebih menghebohkan, muncul isu bahwa oknum polisi yang mengendarai mobil itu diduga dalam pengaruh narkoba dan mabuk saat kejadian.
Dugaan ini menguat seiring dengan kemunculan nama dan wajah anggota tersebut dalam struktur jaringan narkoba yang sebelumnya dibagikan oleh akun aktivis anti-narkoba, Badai NTB, di Facebook.
Dalam unggahan tersebut, I disebut sebagai salah satu polisi yang termasuk dalam “kloter III” — istilah yang digunakan akun tersebut untuk menyebut jajaran aparat yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di Dompu.
BACA JUGA : Mobil Patroli Tabrak Warga di Dompu, Polisi Ungkap Hasil Olah TKP, Positif Narkoba?
Ia disebut-sebut dan diduga sebagai beking, sekaligus pelaku jual-beli dan tukar barang haram jenis sabu atau yang populer disebut “koba-koba”.
Meski demikian, tuduhan penggunaan narkoba oleh oknum tersebut dibantah keras oleh pihak Polres Dompu.
Kasi Humas Polres Dompu, AKP Zuharis, dalam keterangannya kepada media ini menegaskan bahwa belum ada pemeriksaan urine terhadap yang bersangkutan, dan kabar bahwa ia positif narkoba dinilai tidak benar.
“Yang bersangkutan masih dalam kondisi trauma berat usai kecelakaan, sehingga belum bisa diperiksa, termasuk tes urine. Sampai saat ini, kami belum memiliki bukti bahwa ia menggunakan narkoba,” kata Zuharis.
BACA JUGA : POBSI Kota Mataram Klarifikasi Isu Pungli: Turnamen Biliar Tetap Gratis, Tak Ada Paksaan 5 Persen
Menurut Zuharis, hasil olah TKP sementara menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan karena pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, lalu hilang kendali hingga menabrak warga dan kendaraan yang sedang terparkir.
Namun bantahan itu belum cukup meredakan kecurigaan publik. Masuknya nama anggota berinisial I dalam struktur jaringan narkoba yang viral di media sosial menjadi bahan pertanyaan besar.
Masyarakat mendesak agar Polres Dompu bersikap transparan dan segera melakukan tes urine serta penyelidikan menyeluruh terhadap keterlibatan oknum tersebut dalam jaringan narkoba yang diduga selama ini menyusup di institusi kepolisian.
“Kalau memang tidak terlibat, buktikan secara terbuka. Tapi kalau benar namanya masuk dalam jaringan itu, dan ada indikasi pakai narkoba saat bawa mobil dinas, maka harus diusut sampai tuntas, bahkan diproses pidana dan dipecat,” ujar seorang aktivis perempuan NTB, Yuni Borhany kepada media ini, Senin (7/7/2025).
BACA JUGA : Mutiara Alas 1 Diduga Tak Laik Layar, Ratusan Penumpang Dialihkan: Penumpang Soroti Pengawasan Syahbandar














