Oleh: Saddam Isnal Ude
Dalam dinamika pemilihan Rektor Universitas Mataram (UNRAM) kali ini, gagasan yang diusung oleh “Prof. Ali” menarik perhatian banyak kalangan akademisi dan pemerhati pendidikan tinggi.
Melalui Visinya “Mewujudkan Universitas Mataram yang Unggul, Berdampak, dan Berdaya Saing Global”. Prof. Ali mengusung visi berdaya saing global yang telah dideklarasikan Unram untuk memecahkan permasalahan lokal dengan potensi yang dimiliki: menjadikan potensi daerah sebagai fondasi bagi UNRAM untuk melangkah ke kancah global.
Dalam membangun reputasi global, Prof Ali berpendapat bahwa UNRAM harus menggalang kerjasama dengan mitra strategis di dalam negeri serta kerjasama internasional dengan universitas kelas dunia maupun lembaga riset dalam dan luar negeri.
Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan wilayah yang kaya akan potensi alam, sosial, dan budaya. Dari sektor pertanian dan peternakan, kelautan, hingga pariwisata dan energi terbarukan, NTB memiliki keunggulan yang dapat digunakan sebagai laboratorium alam sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan akademik dan ekonomi.
Prof. Ali melihat peluang tersebut sebagai titik awal untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan permasalahan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan ekosistem berbasis permasalahan dan potensi daerah, UNRAM diharapkan menjadi pusat inovasi yang menghubungkan dunia kampus dengan pemerintah, industri, dan masyarakat.
Dengan demikian, universitas tidak hanya menguatkan kapasitas sumberdaya manusia namun juga berperan aktif dalam memperkuat daya saing daerah melalui riset, pengabdian, dan inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat NTB.
Visi Prof. Ali juga menekankan pentingnya transformasi UNRAM menuju universitas yang cerdas dan berkelanjutan. Dalam era globalisasi dan digitalisasi, universitas perlu membangun jaringan kolaborasi internasional, meningkatkan mutu riset, serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
Namun, arah global tersebut tidak berarti meninggalkan jati diri lokal. Justru, kekuatan lokal menjadi nilai unik yang dapat menjadikan UNRAM dikenal di tingkat dunia.
UNRAM dapat mengambil peran strategis dalam bidang riset tropis, pertanian cerdas dan adaptif, blue economy, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan riset dan inovasi yang berfokus pada keunggulan NTB, universitas dapat menciptakan model pengembangan daerah berbasis ilmu pengetahuan yang diakui secara internasional.
Prof. Ali juga menggagas usulan dalam pembukaan fakultas baru yang berorientasi pada potensi lokal NTB, antara lain: Fakultas Kelautan dan Perikanan, Program Studi Manajemen Sumber Daya Air, beberapa program studi di Fakultas Kedokteran, Teknologi Pertambangan, serta Fakultas Vokasi untuk menyediakan tenaga terampil cepat pakai untuk mengolah kekayaan alam NTB.
Hal tersebut juga sejalan dengan visi Pemprov NTB, Makmur Mendunia dalam menghasilkan tenaga terampil untuk mengelola potensi lokal NTB. “Unram akan mendukung visi NTB Makmur Mendunia” katanya singkat.
Melalui rekam jejak pengalaman akademik lulusan doktoral Universitas Nagoya Jepang dan pengalaman panjang dalam manajerial kampus. Prof. Ali pernah memimpin Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) selama 2 periode 2017-2021 dan 2021-2022 yang dilanjutkan dengan jabatan Dekan Fakultas Peternakan, Ketua Indikator Kinerja Utama (IKU) UNRAM, memiliki prestasi dan memberikan perubahan di bawah kepemimpinannya.
Peringkat IKU UNRAM berawal dari posisi 27 tingkat nasional tahun 2022, menjadi peringkat 5 nasional PTN BLU tahun 2023. Peningkatan tersebut berdampak pada penambahan anggaran kinerja (BOPTIN) dari Rp. 17 miliar menjadi Rp. 57 Miliar, dan mendapatkan bonus IKU Rp. 7 miliar 2024.
Selain itu, prestasi yang dicapai juga membawa UNRAM menembus peringkat ke-3 nasional PTN-BLU. Gagasan besar selalu membutuhkan kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif.
Dalam konteks ini, Prof. Ali optimis sebagai bagian dari upaya kolektif untuk membangun universitas yang maju dan inklusif. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan, budaya akademik yang kuat, serta kolaborasi lintas disiplin dan lembaga.
Dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, inovasi, dan kolaborasi, Prof. Ali berharap UNRAM dapat menjadi universitas yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peran penting dalam jejaring pendidikan tinggi dunia dan dengan jejaring yang dimiliki, mahasiswa dapat dikirim untuk student exchange maupun magang di tingkat internasional setiap periode akademik.
Visi yang dibawa Prof. Ali mencerminkan semangat untuk membangun UNRAM dari dalam dengan berpijak pada permasalahan lokal dan potensi daerah. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, universitas dituntut untuk menjadi pusat ilmu yang adaptif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dalam semangat itulah, gagasan Prof. Ali menjadi relevan, bukan sekadar visi kepemimpinan, tetapi sebuah ajakan untuk membangun masa depan pendidikan tinggi yang berakar kuat, berpikir luas, dan berdampak nyata untuk daerah tercinta.
Melalui semangat “Collective Collegial” Prof Ali menginginkan semua civitas akademika UNRAM bersatu padu meningkatkan kualitas SDM, melakukan riset berdampak, serta menghasilkan inovasi untuk mendukung ikhtiar Provinsi NTB Makmur Mendunia serta Indonesia Emas 2045.
Redaksi | SIARPOST














