Video Viral! Siswa dan Guru di Dompu Kejar Preman Diduga Bawa Sajam, Masuk Sekolah Saat Jam Pelajaran

DOMPU, SIAR POST — Media sosial Facebook dihebohkan dengan sebuah video yang diunggah akun Maudy Odie pada hari ini. Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswa bersama beberapa orang guru mengejar beberapa orang yang diduga preman di sekitar lingkungan sekolah hingga jalan raya.

Dalam video yang beredar luas dan menjadi viral itu, tampak situasi ricuh. Sejumlah siswa terlihat emosi, bahkan salah satu sepeda motor yang diduga milik preman tersebut dirusak oleh siswa.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) saat siswa masih aktif mengikuti jam pelajaran, sehingga memicu kemarahan.

Berdasarkan informasi yang berkembang di kolom komentar, para terduga preman tersebut diduga datang ke sekolah dengan membawa senjata tajam, sehingga membuat siswa dan guru merasa terancam.

Situasi tersebut memicu perlawanan spontan dari warga sekolah hingga terjadi aksi kejar-kejaran.

Salah satu komentar netizen menuliskan:
“Itu motor pelaku yang mengancam anak sekolah dengan membawa parang dan benda tajam lainnya. Makanya anak sekolah merusak motornya, kayaknya memang ada konflik sebelumnya.”

Komentar lain juga membantah anggapan bahwa siswa bertindak tanpa sebab:
“Banyak maaf sebelumnya, ini bukan salah anak sekolah. Mereka diserang oleh preman, makanya anak SMK membalasnya. Motor yang rusak itu motor preman yang datang menerobos sekolah saat siswa sedang aktif belajar.”

Sementara itu, seorang netizen yang mengaku guru di sekolah tersebut menyampaikan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah hukum:

“Terima kasih, kami selaku guru di sekolah sudah bertindak dan melapor ke polisi, bahkan sudah ditangani.”

Ada pula netizen yang menyoroti konteks keamanan sekolah:
“Sekolah diserang preman, akhirnya diserang balik oleh siswa.”

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Dompu yang dihubungi media belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, berdasarkan informasi dari kolom komentar video viral itu, laporan ke pihak kepolisian telah dibuat oleh pihak sekolah dan saat ini sedang ditangani.

Peristiwa ini menuai beragam reaksi publik. Sebagian netizen mengecam aksi premanisme yang masuk ke lingkungan sekolah, sementara yang lain mengingatkan pentingnya penyelesaian hukum agar tidak terjadi tindakan anarkis yang lebih luas.

Media ini masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian dan pihak sekolah untuk mendapatkan keterangan resmi dan kronologi lengkap kejadian.

Redaksi | SIAR POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *