Gelombang Laut Labuhan Lalar Kian Mengganas, Tokoh Muda Desak Pemda KSB Segera Bangun Pemecah Ombak


SUMBAWA BARAT, SIAR POST – Ancaman abrasi dan gelombang laut di Desa Labuhan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian mengkhawatirkan.

Tokoh Muda Labuhan Lalar, Abbas Kurniawan, meminta perhatian serius Pemerintah Daerah KSB untuk segera menangani kondisi tersebut sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Saat diwawancarai Kamis (29/1/2026), Abbas menegaskan bahwa gelombang laut yang terjadi sejak Desember 2025 hingga Januari 2026 tidak hanya mengancam jalan desa, tetapi juga rumah warga serta tambatan perahu nelayan yang selama ini menjadi urat nadi ekonomi masyarakat pesisir.

“Kalau ini tidak segera ditangani, lambat laun jalan dan rumah warga akan digulung gelombang. Apalagi nanti masuk musim kemarau, biasanya ombak justru lebih besar,” ujar Abbas.

Menurutnya, solusi yang paling memungkinkan dan mendesak adalah pembangunan pemecah gelombang, baik dengan batu bolder maupun beton tetrapod, untuk meredam kekuatan ombak yang terus mengikis daratan.

Abbas mengungkapkan, kondisi yang kini berubah menjadi lautan bergelombang sebenarnya merupakan daratan dan lokasi tambatan perahu nelayan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, akibat perubahan alam dan gelombang yang terus menerus, wilayah tersebut perlahan hilang.

“Tempat yang sekarang bergelombang itu dulu daratan, tempat perahu nelayan bersandar. Sekarang sudah berubah jadi lautan baru yang mengerikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perubahan garis pantai tersebut sudah berlangsung sekitar empat bulan terakhir, namun puncak gelombang paling parah baru terjadi sejak Desember 2025 hingga Januari 2026.

Kondisi ini membuat warga pesisir hidup dalam kecemasan, terutama saat gelombang pasang datang di malam hari.

Atas situasi tersebut, Abbas mendesak agar Pemda KSB tidak menunda lagi pembangunan pemecah gelombang sebagai langkah mitigasi bencana pesisir dan perlindungan pemukiman warga.

“Ini bukan soal proyek, tapi soal keselamatan warga dan keberlangsungan hidup nelayan Labuhan Lalar,” tegasnya.

Redaksi | SIAR POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *