Mataram, NTB (SIAR POST) — Hasil Konferensi Wilayah LMND NTB yang mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Organisasi Progresif dan Revolusioner” resmi menetapkan kepemimpinan baru organisasi tingkat wilayah.
Agenda tersebut turut dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Pajak Kekayaan untuk Pendidikan Gratis” sebagai bagian dari konsolidasi gagasan strategis mahasiswa.
Konferwil ini secara resmi dibuka oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H. Surya Bahari. Ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mandat langsung dari gubernur untuk membuka agenda tersebut.
Dalam sambutannya, ia menilai tema transformasi kepemimpinan revolusioner progresif sangat kontekstual dengan tantangan zaman. Generasi muda, khususnya mahasiswa, dituntut tidak hanya kritis, tetapi juga adaptif dan berbasis solusi.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kritik harus dibangun di atas analisis ilmiah, data yang kuat, dan visi keadilan sosial,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dialog publik mengenai pajak kekayaan untuk pendidikan gratis sebagai wacana strategis dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dan memperkuat keadilan sosial.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan konferensi ini sebagai ruang konsolidasi gerakan sekaligus kawah candradimuka kepemimpinan masa depan sebelum secara resmi membuka acara.
Ia juga berharap forum tertinggi tinggal wilayah LMND NTB ini bukan hanya pergantian struktural kepemimpinan tapi juga mampu melahirkan pemimpin yang visioner dan mampu membawa organisasi untuk lebih maju dan menjadi mitra kritis serta mitra strategis pemerintah.
Dalam forum musyawarah yang berlangsung demokratis, Muhammad Ramadhan terpilih sebagai Ketua Eksekutif Wilayah periode 2026–2028 setelah memperoleh dukungan mayoritas peserta dari empat calon yang diusulkan forum.
Sementara itu, Wildan Ummairah dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Wilayah untuk masa bakti yang sama.
Prosesi penyerahan jabatan dilakukan secara simbolik oleh perwakilan Eksekutif Nasional LMND melalui Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, Juwaedin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi wilayah serta berharap kepengurusan baru mampu menjalankan mekanisme organisasi secara disiplin dan memperkuat garis ideologi politik organisasi.
Kepemimpinan terpilih juga menegaskan komitmen untuk mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif sekaligus memposisikan organisasi sebagai mitra strategis bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, struktur baru bertekad memastikan gerakan organisasi tetap masif, terorganisir, dan konsisten dalam memperjuangkan agenda ideologis serta kepentingan rakyat.
Forum konferensi menilai hasil ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk memperkuat peran sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam mendorong perubahan sosial yang progresif, demokratis, dan berkeadilan. (Red)














