KLU Bidik 7.000 Lampu Jalan Lewat Skema KPBU, Terinspirasi Lompatan Kota Madiun

Lombok Utara, NTB (SIARPOST) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai menyiapkan langkah percepatan pembangunan penerangan jalan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Langkah ini terinspirasi dari keberhasilan Kota Madiun yang dinilai mampu melakukan lompatan besar dalam penataan penerangan kota.

Kepala Dinas Perhubungan Lombok Utara, Iwan Maret, Rabu 4/3/2026 ,mengatakan daerahnya memiliki sejumlah kesamaan dengan Madiun, baik dari sisi kondisi wilayah maupun tantangan yang dihadapi, seperti topografi dan potensi banjir. Namun, Madiun dinilai berhasil melakukan terobosan yang membuat sistem penerangan kotanya berkembang pesat.

“Kenapa kita belajar dari Madiun, karena ada kesamaan dengan Lombok Utara. Daerahnya mirip, topografinya juga mirip, sama-sama punya potensi banjir. Tapi Madiun bisa melejit, ini yang menjadi contoh baik bagi kita,” ujar Iwan.

Menurutnya, Lombok Utara sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah. Karena itu, pemerintah daerah optimistis dapat mengejar ketertinggalan, terutama dalam penyediaan infrastruktur penerangan jalan yang menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Melalui program yang disebut “KLU Terang”, pemerintah daerah menargetkan pemasangan sekitar 7.000 titik lampu jalan pada tahap awal. Untuk memulai program tersebut, Pemkab Lombok Utara mengajukan skema pembiayaan sekitar Rp10 miliar melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Skema KPBU dipilih karena dinilai mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini berjalan lambat jika hanya mengandalkan kemampuan APBD.

“Kalau menggunakan pola lama, kemampuan kita sangat terbatas. Selama 17 tahun kita baru mampu membangun sekitar 4.000 titik lampu. Padahal kebutuhan kita sebenarnya antara 11.000 sampai 15.000 titik,” jelas Iwan.

Dalam skema ini, pihak ketiga akan lebih dulu membangun dan memasang lampu jalan. Pemerintah daerah kemudian melakukan pembayaran secara bertahap atau mencicil sesuai kemampuan fiskal daerah.

“Modelnya seperti kredit perumahan. Pihak ketiga memasang dulu, setelah itu pemerintah daerah membayar secara bertahap, bisa per bulan atau per triwulan,” katanya.

Program ini juga tidak hanya menyasar jalan Kabupaten, tetapi diharapkan dapat mencakup seluruh ruas jalan yang berada di wilayah Lombok Utara, termasuk jalan provinsi dan nasional yang menjadi jalur strategis pergerakan masyarakat dan wisatawan.

Prioritas pemasangan lampu akan difokuskan pada kawasan yang memiliki aktivitas tinggi, seperti pusat ekonomi, jalur wisata, dan titik-titik yang dianggap rawan. Lampu dengan teknologi baru akan ditempatkan di area tersebut, sementara lampu lama yang masih berfungsi akan dipindahkan ke wilayah pelosok.

Strategi ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan penerangan di seluruh wilayah Lombok Utara tanpa harus menunggu pembangunan baru dalam jangka panjang.

“Lampu yang baru tentu teknologinya lebih baik. Sementara lampu lama yang masih bisa dipakai nanti kita geser ke wilayah pelosok, sehingga masyarakat di seluruh wilayah tetap mendapatkan penerangan,” kata Iwan.

Pemkab Lombok Utara menilai percepatan pembangunan penerangan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan keamanan, aktivitas ekonomi, dan dukungan terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung daerah.

Dengan skema KPBU tersebut, pemerintah daerah berharap program KLU Terang bisa berjalan lebih cepat dibandingkan pola pembangunan konvensional yang selama ini membutuhkan waktu sangat panjang.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *