NTBCare, RKC dan MIO NTB Ketemu Hanin, Pembalap Cilik Asal Bandung Saat Jajal Sirkuit Mandalika: Calon Rider MotoGP

LOMBOK TENGAH, NTB (SIARPOST) – Semangat dan mimpi besar terpancar dari wajah Hanin, pembalap cilik perempuan asal Bandung yang kini mulai menapaki jejak menuju ajang balap dunia MotoGP.

Bersama tiga rekannya dari 43 Racing School, Hanin menjalani latihan di Pertamina Mandalika International Circuit, Selasa (12/5/2026).
Keempat pembalap muda tersebut datang untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi sejumlah event balap ke depan.

Latihan mereka pun mendapat perhatian dan dukungan langsung dari NTBCare, Ruang Kita Center (RKC), serta Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi NTB yang saat itu berkunjung ke sirkuit dalam rangka HUT NTBCare ke 5.

Di sela latihan, Hanin yang masih duduk di bangku kelas IV SD mengaku sangat kagum bisa menjajal langsung lintasan kebanggaan Indonesia yang menjadi tuan rumah MotoGP dunia itu.

“Saya datang ke sini sama mama papa. Baru dua kali latihan di sini. Motor saya 150 cc. Saya suka balap karena sering lihat MotoGP, seru sekali. Mama papa juga support,” ujar Hanin saat diwawancarai media.

Pembalap cilik berusia 10 tahun itu juga menceritakan awal ketertarikannya pada dunia balap motor. Sejak usia lima tahun, ia sudah berlatih menggunakan pocket bike sebelum akhirnya mulai mengendarai motor sport berkapasitas lebih besar pada Desember tahun lalu.

“Sejak umur lima tahun latihan balap motor kecil, namanya pocket bike. Naik motor besar baru Desember kemarin. Rasanya latihan di Sirkuit Mandalika enak sekali, track-nya mulus dan aspalnya bagus. Di Bandung tidak ada yang seperti ini,” katanya penuh semangat.

Selain Hanin yang berasal dari Bandung, peserta latihan lainnya juga datang dari Jakarta dan Serang. Mereka merupakan bagian dari program pembinaan pembalap muda di bawah naungan 43 Racing School.

Saat sesi latihan berlangsung, Hanin bersama tiga rekannya tampak percaya diri menggilas aspal Sirkuit Mandalika layaknya pembalap MotoGP profesional. Sensasi lintasan internasional membuat mereka semakin nyaman dan bersemangat.

Dengan gaya khasnya di atas kuda besi, Hanin terlihat begitu menikmati setiap tikungan sirkuit yang selama ini hanya ia lihat di layar televisi.

Pihak NTBCare, Yuni Bourhany, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pembinaan pembalap usia dini yang dilakukan Racing School di Mandalika.

Menurutnya, anak-anak seperti Hanin merupakan aset masa depan olahraga otomotif Indonesia yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kami sangat mendukung anak-anak yang memiliki cita-cita besar seperti ini. Mereka adalah generasi calon pembalap Indonesia di masa depan. Semangat mereka luar biasa dan harus terus didukung agar mampu bersaing di ajang internasional seperti MotoGP,” ujar Yuni Bourhany.

Hal senada disampaikan Ketua Ruang Kita Center (RKC), Is Karyanto. Ia menilai keberadaan Sirkuit Mandalika menjadi peluang besar bagi lahirnya talenta-talenta muda balap motor Indonesia.

“Keberadaan Sirkuit Mandalika harus benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan atlet muda. Anak-anak ini punya mimpi besar dan kita semua wajib memberi ruang serta dukungan agar bakat mereka terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPW MIO Indonesia NTB, Feryal Mukmin, turut memberikan apresiasi kepada MGPA dan Pertamina Mandalika International Circuit yang telah membuka kesempatan luas bagi pembalap muda untuk berlatih di sirkuit internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *