Lombok Utara,SIARPOST — Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kabupaten Lombok Utara dipastikan tidak akan mengalami kekurangan hewan kurban. Dinas Pertanian Lombok Utara menyebut stok sapi dan kambing lokal saat ini jauh melampaui kebutuhan tahunan masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Utara, Tresnahadi, mengungkapkan populasi sapi di Lombok Utara mencapai sekitar 68.500 ekor. Sementara populasi kambing tercatat sekitar 35.600 ekor. Dengan jumlah tersebut, pemerintah daerah menilai kebutuhan hewan kurban tahun ini bisa dipenuhi sepenuhnya oleh peternak lokal tanpa harus mendatangkan ternak dari luar daerah.
“Stok kita sangat melimpah. Jadi tidak ada kekhawatiran kekurangan hewan kurban di Lombok Utara,” ujar Tresnahadi.Selasa 19/05/2026
Ia menjelaskan, pada Idul Adha tahun 2025 lalu jumlah sapi yang dipotong sebagai hewan kurban tercatat sekitar 730 ekor. Angka itu dinilai sangat kecil dibandingkan total populasi sapi yang ada saat ini.
Hal serupa juga terjadi pada kambing. Dari total populasi mencapai puluhan ribu ekor, kambing yang digunakan untuk kurban tahun lalu hanya berkisar 600 ekor.
“Kalau dibandingkan dengan populasi ternak yang ada, kebutuhan kurban itu sebenarnya masih sangat sedikit,” katanya.
Menurut Tresnahadi, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi peternak lokal untuk memasarkan ternaknya sendiri tanpa harus bersaing dengan pasokan dari luar daerah. Ia menilai, perputaran ekonomi masyarakat peternak bisa lebih maksimal apabila kebutuhan kurban dipenuhi dari dalam Lombok Utara.
Tak hanya memastikan stok aman, Dinas Pertanian juga mulai memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di lapangan. Setiap tahun, tim medis dan paramedis veteriner diterjunkan ke sejumlah titik penjualan ternak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Petugas memeriksa kondisi hewan yang dijual di lapak maupun di pinggir jalan, mulai dari sebelum penyembelihan hingga setelah pemotongan dilakukan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang beredar sehat dan layak konsumsi.
“Pemeriksaan dilakukan bertahap. Sebelum disembelih diperiksa, setelah dipotong juga dicek lagi kondisi dagingnya,” jelasnya.
Selain pengawasan kesehatan, proses itu juga dimanfaatkan untuk mendata jumlah hewan kurban setiap tahunnya. Data tersebut menjadi acuan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan dan kesiapan stok ternak menjelang Idul Adha.
Dengan kondisi populasi ternak yang melimpah, Lombok Utara kini tidak hanya dinilai aman menghadapi kebutuhan kurban tahunan, tetapi juga menunjukkan bahwa sektor peternakan lokal memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan.(Niss)














