MATARAM, SIAR POST – Semangat membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat menggema dalam Talkshow OBOR (Obrolan Ekonomi Kreatif) yang digelar DPW GEKRAFS NTB di Hotel Sayung Mataram, Senin (20/7/2026).
Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pelaku ekonomi kreatif untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang selama ini dihadapi sektor tersebut.
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber berpengalaman, yakni pelaku ekonomi kreatif sekaligus Ketua DPC GEKRAFS Karo, Sumatera Utara, Amsal Sitepu, Dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram Dr. Ufran, serta Wakil Ketua Umum Kadin NTB Bidang Koperasi, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Anas Amrullah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, menyampaikan optimisme bahwa ekonomi kreatif NTB memiliki peluang besar menembus pasar dunia sejalan dengan semangat “Ekraf Mendunia”.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga mampu menjadi identitas NTB di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya sangat bahagia bisa berkumpul bersama para pelaku ekonomi kreatif untuk mengikhtiarkan kemajuan sektor ini. Rupanya ekonomi kreatif ini bisa mendunia, dan kita harus bersama-sama mewujudkannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini subsektor kriya, kuliner, dan Fashion menjadi penyumbang terbesar terhadap perkembangan ekonomi kreatif di NTB. Namun, masih banyak subsektor lain yang memiliki potensi besar dan perlu didorong agar berkembang lebih cepat.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, berkomitmen menjadi fasilitator sekaligus regulator yang mendorong percepatan pengembangan ekonomi kreatif melalui penyediaan ruang-ruang kolaborasi, pendampingan, serta berbagai bentuk fasilitasi lainnya.
“Kami ingin membantu agar seluruh subsektor ekonomi kreatif dapat tumbuh. Pemerintah akan mendorong akselerasi dan membuka ruang pengembangan bagi para pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Ahmad Nur Aulia juga berharap forum seperti OBOR dapat digelar secara rutin sebagai wadah silaturahmi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat jejaring antarpelaku ekonomi kreatif.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap periode. Kita bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan agar ekonomi kreatif NTB semakin berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPW GEKRAFS NTB Yeyen Seprian Rachmat menegaskan bahwa realitas yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif masih penuh tantangan. Banyak pelaku kreatif yang menghasilkan karya bernilai tinggi, tetapi penghargaan yang mereka terima belum sebanding dengan usaha dan kreativitas yang dicurahkan.














